NEWS  

Udara Jakarta Tidak Sehat Jumat Pagi, PM2.5 Capai 59 Mikrogram per Meter Kubik

Udara Jakarta Tidak Sehat Jumat Pagi.
Suasana lalu lintas di Jakarta. Kualitas udara Ibu Kota tercatat tidak sehat pada Jumat pagi berdasarkan pemantauan IQAir.

JAKARTA โ€” Warga Jakarta menghadapi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat pada Jumat pagi, 18 September 2026. Data IQAir yang diperbarui pukul 05.00 WIB mencatat indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 153 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 59 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut setara 11,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan data yang ditampilkan IQAir.

Kondisi itu membuat masyarakat perlu memperhatikan aktivitas di luar ruangan. IQAir menyarankan masyarakat mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara berada pada tingkat tersebut.

Jakarta Masuk Sembilan Kota Terburuk

Dalam pemantauan IQAir pada Jumat pagi, Jakarta berada di urutan kesembilan kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia.

Posisi teratas ditempati Palembang dengan indeks 339. Berikutnya Pontianak dengan 254, Serpong 203, Jambi 202, Tangerang Selatan 163, Pekanbaru 160, Bandung 159, dan Tangerang 158.

Jakarta tercatat dengan indeks 153. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Ibu Kota perlu mendapat perhatian, khususnya bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu polutan yang menjadi perhatian adalah PM2.5. Partikel ini memiliki diameter kurang dari 2,5 mikrometer dan dapat berasal dari debu, asap, serta jelaga.

Paparan PM2.5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Warga Disarankan Kurangi Aktivitas Luar

IQAir memberikan sejumlah rekomendasi ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat. Selain menggunakan masker saat berada di luar ruangan, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Warga juga dianjurkan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar ke dalam ruangan. Penggunaan penyaring udara menjadi pilihan lain untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Kondisi udara dapat berubah sepanjang hari sehingga masyarakat perlu memantau perkembangan indeks kualitas udara secara berkala sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan.

BMKG Soroti Tantangan Polusi Jakarta

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pengendalian pencemaran udara Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

BMKG mengaitkan persoalan tersebut dengan laju urbanisasi, pembangunan kota, perubahan iklim global, serta karakteristik iklim perkotaan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjalankan sejumlah upaya untuk menekan pencemaran udara. Salah satunya melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu yang mengajak masyarakat mengambil langkah sederhana dari lingkungan masing-masing.

Pemprov DKI juga mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi melalui sejumlah kebijakan, termasuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Jalan H.R. Rasuna Said serta kawasan Sudirman-Thamrin.

Upaya pengurangan emisi kendaraan menjadi salah satu bagian dari langkah pemerintah dalam menangani persoalan kualitas udara Jakarta. (*)