JAKARTA โ Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya. Prabowo mengatakan setiap menteri sudah memiliki waktu untuk membuktikan kemampuan dan kinerjanya.
Pernyataan itu Prabowo sampaikan dalam wawancara Program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026). Ia menjawab pertanyaan mengenai evaluasi terhadap jajaran kabinet dan kemungkinan melakukan perombakan besar-besaran.
Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi mengawali pertanyaan dengan menyinggung momentum dua tahun pemerintahan Prabowo. Ia meminta penjelasan apakah Presiden mempertimbangkan evaluasi besar-besaran terhadap para pembantunya.
“Jadi gini, kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke,” kata Prabowo.
Prabowo Jelaskan Alasan Reshuffle Kabinet
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah memiliki sejumlah kementerian yang tidak berada di garis depan dalam pelaksanaan program prioritas. Meski demikian, ia menyebut para menteri tetap bekerja sesuai kemampuan dan kewenangannya.
Menurut Prabowo, perombakan kabinet dapat menjadi langkah untuk menempatkan pejabat sesuai kompetensi. Ia juga membuka kemungkinan pergantian menteri apabila terdapat persoalan yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, evaluasi juga dapat berujung pada penggantian pejabat yang tidak cocok dengan posisi yang ditempatinya. Prabowo menyinggung kemungkinan adanya pejabat yang menghadapi persoalan hukum.
“Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan,” katanya.
Momentum Dua Tahun Pemerintahan
Rivana kemudian kembali menanyakan apakah dua tahun pemerintahan menjadi momentum evaluasi atau pergantian anggota kabinet.
Prabowo menjawab bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang logis. Menurut dia, para anggota kabinet telah memiliki waktu untuk menunjukkan kemampuan masing-masing.
“Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga membahas target pertumbuhan ekonomi dan investasi. Ia menyebut pemerintah akan menarik investasi besar-besaran ke Indonesia dalam waktu dekat.
Prabowo mengklaim investasi yang masuk hingga saat ini telah memenuhi target APBN. Ia menyebut realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun, sementara hingga Juni 2026 tercatat Rp1.010 triliun.
Selain itu, Prabowo menyebut investasi tersebut telah membuka 2,7 juta lapangan kerja baru pada 2025 dan 1,4 juta lapangan kerja pada 2026. Ia menegaskan angka tersebut bukan berasal dari program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis atau Koperasi Merah Putih.
Prabowo kemudian mengatakan bahwa pemerintah akan menyambut investasi besar-besaran dalam beberapa minggu ke depan. Ia menyebut investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)






