JENEPONTO โ Pagi yang seharusnya tenang di Sungai Kelara, Jeneponto, mendadak berubah mencekam. Seorang warga yang hendak memancing justru menemukan sesosok perempuan mengapung di antara aliran air, tubuhnya tersangkut di batu dan identitasnya belum diketahui.
Peristiwa itu terjadi di aliran Sungai Kelara, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Minggu (23/8/2026), sekitar pukul 07.10 WITA.
LAPPI (50), warga Dusun Bangka-bangkala, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, menjadi orang pertama yang menemukan jasad tersebut.
Saat berjalan menuju sungai, LAPPI melihat sesuatu mengapung di permukaan air. Ia kemudian mendekat untuk memastikan benda yang dilihatnya.
Namun, langkahnya berhenti pada sebuah kenyataan yang tak pernah ia bayangkan.
Benda yang semula dikira sesuatu yang hanyut ternyata merupakan jasad seorang perempuan yang tersangkut di batu.
โSaat berjalan menuju sungai, saya melihat ada sesuatu mengapung. Setelah saya dekati ternyata itu mayat perempuan yang tersangkut di batu. Saya langsung kembali memberitahu warga,โ ujar LAPPI.
Laporan itu kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kelara Aipda M. Arif sekitar pukul 07.30 WITA. Petugas segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan penemuan tersebut.
Sekitar satu jam kemudian, tim gabungan Sat Reskrim Polres Jeneponto, Tim Inafis Polres Jeneponto dan Pamapta Polres Jeneponto tiba di tempat kejadian perkara.
Tim dipimpin KBO Reskrim Polres Jeneponto Iptu Muh. Akrif, S.Sos., bersama Unit Reskrim Polsek Kelara.
Di lokasi, petugas menemukan jasad seorang perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun. Korban mengenakan kaos merah dan celana jeans biru.
Sebuah dompet juga ditemukan di dekat jasad. Di dalamnya terdapat beberapa lembar uang. Namun, tidak ada kartu identitas atau dokumen yang dapat mengungkap siapa perempuan tersebut.
Petunjuk awal itu pun belum cukup untuk menjawab misteri yang muncul dari Sungai Kelara.
Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Dokumentasi, pengambilan sidik jari serta pemeriksaan dan pengamanan barang bukti dilakukan untuk membantu proses identifikasi.
Sekitar pukul 10.30 WITA, jasad korban dievakuasi dari aliran sungai dan dibawa ke RSUD Lanto Dg. Pasewang Jeneponto.
Jenazah selanjutnya menjalani visum et repertum. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu proses identifikasi sekaligus mengetahui penyebab kematian korban.
Hingga Minggu siang, identitas perempuan tersebut masih dalam penyelidikan. Sat Reskrim Polres Jeneponto terus mengumpulkan petunjuk untuk mengungkap identitas korban serta rangkaian peristiwa hingga perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia di sungai.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.
โKami imbau kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarganya, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat,โ ujar Iptu Akrif.
Pagi telah berlalu di Sungai Kelara. Namun, misteri perempuan tanpa nama itu belum ikut hanyut bersama arus.
Identitasnya masih menjadi teka-teki. Polisi kini berupaya menemukan jawabannya, sementara keluarga yang mungkin sedang mencari seseorang di luar sana menunggu satu kepastian: siapa perempuan yang ditemukan sendirian di antara aliran sungai tersebut.






