News  

Bos Restoran Korea Disebut Kabur, Satu per Satu Korban Mulai Bersuara

Ilustrasi: Bos restoran kabur.

SURABAYA โ€“ Ketika laporan dugaan kekerasan seksual mulai terkuak satu per satu, keberadaan pemilik restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad, Surabaya, justru menjadi tanda tanya.

Pria berinisial SSY (64) itu disebut sudah tidak berada di Surabaya. Di saat yang sama, jumlah orang yang mengaku pernah mengalami dugaan perlakuan serupa disebut terus bertambah.

Kuasa hukum korban, Vena Naftalia, mengatakan SSY diduga meninggalkan Surabaya. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, polisi disebut telah melakukan pencegahan agar pria tersebut tidak melarikan diri ke luar negeri.

โ€œBetul (kabur). Tetapi informasinya sudah ada pencekalan, sehingga pelaku tidak bisa kabur ke luar negeri. Polrestabes Surabaya sudah menginformasikan,โ€ kata Vena saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Menurut Vena, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memastikan SSY tetap berada di Indonesia selama proses hukum berlangsung.

Ia pun mempertanyakan apabila SSY sampai berhasil meninggalkan Indonesia meski telah dilakukan pencegahan.

โ€œJadi kalau sampai pelaku ini bisa keluar dari Indonesia, ya tanda tanya besar siapa yang meloloskan,โ€ ujarnya.

Di tengah proses hukum yang berjalan, perhatian lain tertuju pada kondisi para korban.

Vena mengatakan para korban telah mendapatkan pendampingan psikologis. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mereka menghadapi dampak psikologis setelah dugaan kekerasan yang mereka alami.

โ€œSaya berharap mental korban baik-baik saja. Karena semalam saya sempat koordinasi sama psikolog, untuk mental health-nya,โ€ katanya.

Namun, persoalan ini disebut tidak berhenti pada dua orang yang telah melapor.

Vena mengungkapkan sejumlah orang lain mulai memberanikan diri menghubunginya. Mereka, menurut dia, mengaku pernah mengalami dugaan perlakuan serupa ketika berhadapan dengan SSY.

Setidaknya tiga hingga empat orang disebut telah menghubunginya secara pribadi.

Pengakuan yang disampaikan pun disebut memiliki pola yang hampir sama.

โ€œJadi kalau dibilang sebenarnya (korbannya) banyak. Ada beberapa yang DM (menghubungi) itu menyatakan modusnya sama. Diajak minum (alkohol), terus ditekan-tekan, terus kalau enggak mau atau berontak langsung dipecat,โ€ ungkap Vena.

Para perempuan yang disebut menghubungi Vena juga tidak seluruhnya merupakan karyawan restoran di Jalan Mayjen HR Muhammad.

Menurut Vena, ada mantan pegawai hingga orang yang pernah bekerja secara pribadi untuk SSY. Mereka disebut pernah menjalankan berbagai pekerjaan, mulai dari asisten pribadi, penerjemah, hingga pekerja rumah tangga.

โ€œ(Korban) ART itu kerja di rumah. Tapi banyak korban-korbannya itu malah yang melapor adalah justru pegawai-pegawainya dulu. Ada yang personal asistennya, ada yang dulu jadi penerjemahnya,โ€ tuturnya.

Sebelumnya, karyawati restoran berinisial MAD (28) mengaku menjadi korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan SSY. (*)

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis