Pedoman Media Siber

Journalist Independent
Berani Tak Berpihak

Pedoman Media Siber ini menjadi acuan bagi Journalist Independent dalam mengelola, memproduksi, menerbitkan, memperbarui, dan mengoreksi konten jurnalistik di media digital.

Pedoman ini disusun untuk menjaga profesionalitas redaksi, akurasi informasi, independensi jurnalistik, perlindungan terhadap narasumber, serta penghormatan terhadap hak masyarakat.

1. Ruang Lingkup

Pedoman ini berlaku terhadap seluruh produk jurnalistik yang diterbitkan melalui Journalist Independent, termasuk:

  • berita;
  • laporan langsung;
  • laporan mendalam;
  • wawancara;
  • artikel investigasi;
  • opini dan analisis;
  • foto dan video jurnalistik;
  • infografis;
  • konten multimedia;
  • serta bentuk informasi jurnalistik digital lainnya.

Pedoman ini juga menjadi rujukan bagi wartawan, editor, kontributor, fotografer, videografer, dan pihak lain yang terlibat dalam proses produksi konten jurnalistik Journalist Independent.

2. Independensi Redaksi

Journalist Independent berkomitmen menjaga independensi redaksi.

Pemberitaan tidak boleh diarahkan oleh kepentingan pribadi, politik, bisnis, kelompok, maupun pihak tertentu yang dapat memengaruhi independensi jurnalistik.

Kepentingan komersial tidak boleh menjadi alasan untuk mengubah fakta, menghilangkan informasi penting, atau memberikan perlakuan khusus terhadap pihak tertentu dalam pemberitaan.

3. Akurasi dan Verifikasi

Setiap informasi yang akan dipublikasikan harus diupayakan melalui proses verifikasi yang memadai.

Redaksi berusaha:

  1. memeriksa fakta dan informasi yang diperoleh;
  2. menggunakan sumber yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan;
  3. melakukan konfirmasi kepada pihak yang berkaitan;
  4. membedakan fakta, pendapat, dugaan, dan interpretasi;
  5. menghindari penyajian informasi yang belum terverifikasi sebagai fakta.

Untuk informasi yang berkembang cepat, redaksi dapat menerbitkan berita awal berdasarkan informasi yang tersedia dengan tetap melakukan pembaruan dan verifikasi lanjutan.

4. Keberimbangan

Journalist Independent berupaya memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam suatu persoalan.

Dalam pemberitaan yang mengandung tuduhan, sengketa, dugaan pelanggaran, atau konflik, redaksi berusaha meminta konfirmasi dari pihak yang disebut atau dituduh.

Apabila konfirmasi belum diperoleh pada saat berita diterbitkan, redaksi dapat mencantumkan bahwa upaya konfirmasi telah dilakukan dan akan memperbarui berita apabila tanggapan diterima.

5. Tidak Menghakimi

Journalist Independent menghormati asas praduga tak bersalah.

Seseorang tidak boleh diposisikan sebagai pelaku suatu tindak pidana sebelum terdapat dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penggunaan istilah seperti terduga, diduga, tersangka, terdakwa, atau terpidana harus disesuaikan dengan status hukum dan fakta yang tersedia.

6. Judul dan Penyajian Berita

Judul harus mencerminkan isi berita dan tidak dibuat secara sengaja untuk menyesatkan pembaca.

Journalist Independent menghindari:

  • judul yang tidak sesuai dengan isi;
  • judul yang sengaja memancing klik dengan informasi palsu;
  • judul yang menghilangkan konteks penting;
  • penyajian yang dapat menimbulkan kesimpulan keliru;
  • manipulasi informasi untuk meningkatkan kunjungan semata.

Optimasi mesin pencari (SEO) dapat digunakan untuk meningkatkan keterjangkauan informasi, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi dan integritas jurnalistik.

7. Sumber Informasi

Sumber informasi harus dipilih berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kepentingannya terhadap berita.

Redaksi dapat menggunakan:

  • wawancara;
  • dokumen resmi;
  • data pemerintah;
  • putusan atau dokumen hukum;
  • pernyataan lembaga;
  • observasi lapangan;
  • data statistik;
  • sumber terbuka yang dapat diverifikasi;
  • serta sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penggunaan sumber anonim dapat dilakukan apabila terdapat alasan jurnalistik yang kuat dan identitas sumber perlu dilindungi.

8. Perlindungan Sumber

Journalist Independent menghormati perlindungan terhadap sumber yang meminta kerahasiaan identitas karena alasan keselamatan, keamanan, atau kepentingan jurnalistik yang sah.

Identitas sumber yang dirahasiakan tidak boleh diungkapkan secara sembarangan.

Namun, perlindungan sumber tetap mempertimbangkan hukum yang berlaku dan kepentingan publik.

9. Koreksi dan Perubahan Berita

Apabila ditemukan kesalahan faktual dalam suatu berita, Journalist Independent berkomitmen melakukan koreksi secara proporsional dan transparan.

Koreksi dapat dilakukan terhadap:

  • nama;
  • angka;
  • tanggal;
  • lokasi;
  • jabatan;
  • kutipan;
  • data;
  • konteks;
  • atau informasi faktual lainnya.

Perubahan substantif yang memengaruhi pemahaman pembaca dapat diberikan keterangan atau catatan pembaruan apabila diperlukan.

Kesalahan tidak boleh sengaja disembunyikan apabila koreksi diperlukan untuk menjaga akurasi informasi.

10. Hak Jawab dan Klarifikasi

Pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan dapat mengajukan hak jawab, klarifikasi, atau keberatan kepada redaksi.

Permintaan tersebut sebaiknya disampaikan dengan:

  • identitas pihak yang mengajukan;
  • berita yang dipersoalkan;
  • bagian yang dianggap tidak tepat;
  • penjelasan mengenai keberatan;
  • data atau dokumen pendukung;
  • serta bentuk koreksi atau klarifikasi yang diminta.

Redaksi akan menilai permintaan berdasarkan fakta, relevansi, kepentingan publik, dan prinsip jurnalistik.

Hak jawab atau klarifikasi tidak otomatis berarti seluruh isi pemberitaan harus dihapus atau diubah apabila informasi yang diberitakan telah memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

11. Konten dari Masyarakat

Journalist Independent dapat menerima informasi, foto, video, dokumen, atau laporan dari masyarakat.

Informasi yang dikirimkan masyarakat tidak otomatis dianggap sebagai fakta jurnalistik.

Redaksi dapat melakukan verifikasi sebelum menerbitkannya.

Pengirim bertanggung jawab atas keaslian dan legalitas materi yang diserahkan sepanjang berada dalam kewenangannya.

12. Foto dan Video

Foto dan video yang digunakan dalam pemberitaan harus diupayakan memiliki sumber yang jelas dan tidak menyesatkan konteks.

Redaksi menghindari manipulasi visual yang dapat mengubah makna suatu peristiwa.

Apabila diperlukan untuk kepentingan jurnalistik, foto atau video dapat diberi keterangan seperti:

  • Dokumentasi;
  • Ilustrasi;
  • Arsip;
  • Tangkapan layar;
  • atau keterangan lain yang menjelaskan konteks penggunaannya.

13. Privasi

Journalist Independent menghormati privasi individu.

Informasi pribadi tidak boleh dipublikasikan secara berlebihan apabila tidak memiliki relevansi dengan kepentingan publik.

Perhatian khusus diberikan terhadap:

  • anak;
  • korban kekerasan;
  • korban kejahatan seksual;
  • kelompok rentan;
  • dan pihak lain yang membutuhkan perlindungan identitas.

14. Pemberitaan Anak dan Kelompok Rentan

Dalam pemberitaan yang melibatkan anak atau kelompok rentan, redaksi mempertimbangkan dampak publikasi terhadap keselamatan, martabat, dan masa depan pihak yang bersangkutan.

Identitas tertentu dapat disamarkan apabila publikasinya berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak diperlukan.

15. Pemberitaan Perkara Hukum

Dalam perkara hukum, Journalist Independent berusaha membedakan secara jelas antara:

  • laporan atau pengaduan;
  • penyelidikan;
  • penyidikan;
  • penetapan tersangka;
  • penahanan;
  • dakwaan;
  • persidangan;
  • putusan pengadilan;
  • dan status hukum lainnya.

Redaksi tidak menjadikan tuduhan sebagai fakta yang telah terbukti.

Perkembangan perkara dapat diperbarui apabila terdapat informasi resmi baru.

16. Konten Opini dan Analisis

Artikel opini, kolom, editorial, dan analisis harus dibedakan dari berita faktual.

Pendapat penulis tidak selalu mencerminkan sikap redaksi Journalist Independent.

Konten opini harus tetap memperhatikan fakta, tidak memuat fitnah, dan tidak sengaja menyampaikan informasi palsu sebagai fakta.

17. Konten Iklan dan Komersial

Journalist Independent membedakan konten jurnalistik dengan konten komersial.

Materi berupa:

  • iklan;
  • advertorial;
  • sponsored content;
  • promosi;
  • kerja sama komersial;

dapat diberikan penanda yang sesuai agar pembaca dapat membedakannya dari berita editorial.

Kerja sama komersial tidak boleh menjadi alasan untuk memanipulasi fakta jurnalistik.

18. Penggunaan AI dan Teknologi Digital

Journalist Independent dapat menggunakan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu dalam proses kerja jurnalistik.

AI dapat digunakan untuk membantu:

  • transkripsi;
  • penyuntingan bahasa;
  • pengolahan data;
  • penerjemahan;
  • pencarian pola;
  • pembuatan konsep;
  • atau pekerjaan teknis lainnya.

Namun, penggunaan AI tidak menggantikan tanggung jawab manusia terhadap akurasi dan integritas berita.

Konten yang dihasilkan atau dibantu AI harus melalui pemeriksaan dan penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Journalist Independent tidak menggunakan AI untuk sengaja menciptakan informasi palsu, kutipan palsu, narasumber fiktif, atau peristiwa yang tidak pernah terjadi.

19. Plagiarisme dan Hak Cipta

Journalist Independent menghormati hak cipta.

Setiap materi dari pihak lain harus digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan, apabila diperlukan, disertai atribusi atau sumber.

Redaksi melarang plagiarisme dan pengakuan terhadap karya pihak lain sebagai karya sendiri.

Pengutipan dilakukan secara proporsional dan tidak menghilangkan konteks sumber.

20. Tautan dan Sumber Eksternal

Journalist Independent dapat memberikan tautan menuju situs atau sumber eksternal apabila relevan dengan pemberitaan.

Tautan eksternal bukan berarti Journalist Independent selalu memiliki kendali atau bertanggung jawab atas isi situs tersebut.

Pembaca disarankan memeriksa kebijakan dan informasi pada situs tujuan.

21. Komentar dan Konten Pengguna

Apabila Journalist Independent menyediakan fasilitas komentar atau konten yang dikirimkan pengguna, pengguna dilarang mengirimkan:

  • fitnah;
  • ancaman;
  • ujaran kebencian;
  • pornografi;
  • penipuan;
  • spam;
  • malware;
  • informasi pribadi pihak lain tanpa dasar yang sah;
  • atau materi yang melanggar hukum.

Redaksi berhak melakukan moderasi, menghapus, membatasi, atau menolak konten pengguna yang tidak sesuai dengan ketentuan.

22. Konflik Kepentingan

Wartawan, editor, dan kontributor harus menghindari konflik kepentingan yang dapat memengaruhi independensi pemberitaan.

Apabila terdapat hubungan pribadi, bisnis, politik, atau kepentingan lain yang relevan terhadap suatu pemberitaan, redaksi dapat mengambil langkah editorial yang diperlukan untuk menjaga objektivitas.

23. Gratifikasi dan Imbalan

Pekerja jurnalistik Journalist Independent tidak boleh menerima imbalan yang dimaksudkan untuk mengubah fakta, menghilangkan pemberitaan, memberikan pemberitaan khusus secara tidak wajar, atau memengaruhi keputusan editorial.

Hubungan profesional dengan narasumber dan pihak terkait harus dijaga secara etis.

24. Kepentingan Publik

Dalam menentukan apakah suatu informasi layak diberitakan, Journalist Independent mempertimbangkan nilai berita dan kepentingan publik.

Kepentingan publik tidak sama dengan sekadar rasa ingin tahu publik.

Publikasi informasi pribadi harus memiliki alasan jurnalistik yang jelas dan proporsional.

25. Tanggung Jawab Redaksi

Redaksi bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap proses penerbitan konten.

Redaksi berhak:

  • menyunting berita;
  • meminta verifikasi tambahan;
  • menunda publikasi;
  • memperbaiki informasi;
  • memperbarui berita;
  • memberikan klarifikasi;
  • atau menarik konten apabila terdapat alasan editorial atau hukum yang kuat.

26. Tanggung Jawab Wartawan dan Kontributor

Wartawan dan kontributor Journalist Independent wajib:

  1. bekerja secara profesional;
  2. berusaha memperoleh informasi yang akurat;
  3. melakukan verifikasi;
  4. menghormati narasumber;
  5. tidak memalsukan informasi;
  6. tidak melakukan plagiarisme;
  7. menjaga kerahasiaan sumber yang sah;
  8. menghormati privasi;
  9. mematuhi kode etik jurnalistik;
  10. mengikuti kebijakan editorial Journalist Independent.

27. Penanganan Pelanggaran

Apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap pedoman ini, redaksi dapat melakukan pemeriksaan internal.

Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • koreksi;
  • pembaruan berita;
  • pemberian catatan redaksional;
  • penarikan atau penghapusan konten;
  • pembatasan akses;
  • evaluasi terhadap kontributor;
  • atau tindakan editorial lainnya.

Tindakan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan keadaan masing-masing kasus.

28. Pembaruan Pedoman

Pedoman Media Siber ini dapat diperbarui apabila terdapat perubahan dalam praktik jurnalistik, teknologi, peraturan, atau kebutuhan editorial.

Versi terbaru pedoman akan menjadi acuan bagi pengelolaan konten Journalist Independent.

29. Komitmen Journalist Independent

Journalist Independent berkomitmen menjalankan kerja jurnalistik secara independen, akurat, berimbang, transparan, dan bertanggung jawab.

Kami percaya bahwa media bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan publik.

Setiap kritik, koreksi, hak jawab, dan klarifikasi yang disampaikan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas jurnalistik.

Journalist Independent
Berani Tak Berpihak