Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Gubernur Sumatera Utara.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengantar dua korban keracunan MBG dari Karo ke Jakarta. Foto: Dok. Pemprov Sumut.

KARO — Polisi menaikkan kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ke tahap penyidikan. Penyidik kini melengkapi berkas pemeriksaan sebelum menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha mengatakan, polisi sebelumnya menangani kasus tersebut pada tahap penyelidikan. Setelah menaikkan status perkara, penyidik memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan peristiwa keracunan MBG.

“Kasusnya dari lidik naik sidik,” kata Pedoman saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

Polisi periksa guru hingga siswa

Pedoman menyebut penyidik telah meminta keterangan dari guru, pihak rumah sakit, siswa, dan saksi lain yang mengetahui peristiwa keracunan tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan melengkapi berkas sebelum melaksanakan gelar perkara.

“Mulai dari guru, rumah sakit, siswa, dan saksi lainnya yang terlibat dalam ini,” ujarnya.

“Nanti tinggal menunggu gelar perkara,” pungkasnya.

Dua korban dibawa ke Jakarta

Di tengah proses penyidikan, dua korban keracunan MBG, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, berangkat ke Jakarta pada Sabtu (12/9/2026). Keduanya menjalani penanganan atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, keputusan membawa kedua korban ke Jakarta bukan karena tim medis di Medan tidak mampu menangani kondisi mereka. Menurut Bobby, Wakil Presiden meminta penanganan langsung dan pemantauan terhadap korban yang mengalami kondisi medis serta trauma lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya.

“Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni, namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres,” kata Bobby, Sabtu (12/9/2026).

Bobby menjelaskan, pemulihan korban tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan psikis. Ia meminta masyarakat tidak melakukan perundungan terhadap para siswa melalui media sosial.

Pemprov Sumut minta publik jaga kondisi korban

Bobby mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan salah satu korban mengalami gangguan mental akibat perundungan siber. Ia meminta media dan masyarakat tidak memperbesar pemberitaan yang dapat mengganggu proses pemulihan siswa.

“Cuman saya minta tolong kepada kita semua, yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis tapi juga mentalnya dan juga psikis,” ucapnya.

Bobby menambahkan, pihaknya telah meminta para korban untuk sementara tidak bermain media sosial. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memperbesar kasus tersebut demi penyembuhan korban, bukan untuk menutupi informasi mengenai penanganan keracunan MBG.

“Jadi tadi kami minta jangan main media sosial dulu intervensi internal, intervensi eksternal jangan terlalu diblowup demi penyembuhan, bukan demi menutupi berita,” tuturnya. (*)