PANDEGLANG — Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari kelima pencarian, petugas kembali menemukan sejumlah barang, termasuk dua life jacket, helm, dan jeriken minyak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan perkembangan tersebut di Pos SAR gabungan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026). Ia mengatakan KN SAR Tetuka menemukan barang-barang itu saat menyisir sektor 5.
“KN SAR Tetuka itu (menemukan) jirigen, helm, sama life jacket,” kata Amrad kepada wartawan.
Empat barang ditemukan di sektor lima
Petugas menemukan jeriken minyak berwarna biru sekitar pukul 10.05 WIB. Dua jam kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB, tim kembali menemukan helm berwarna merah. Pada sore hari, petugas menemukan life jacket berwarna oranye pukul 17.10 WIB dan life jacket berwarna merah pukul 18.09 WIB.
Tim SAR menyisir sektor 5 di area selatan Gunung Anak Krakatau dan perairan Ujung Kulon. Luas wilayah penyisiran mencapai 380 nautical mile persegi.
Amrad mengatakan petugas menyerahkan seluruh barang temuan kepada pihak berwenang untuk menjalani identifikasi lebih lanjut.
“Diserahkan kepada pihak berwenang untuk diidentifikasi lebih lanjut,” ucap Amrad.
SAR perluas pencarian di Selat Sunda
Pada pencarian hari kelima, tim SAR gabungan membagi penyisiran laut ke dalam enam sektor, yakni T, U, Z, W, X, dan Y. Total luas wilayah pencarian laut mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi. Sementara itu, pencarian udara melalui sektor H mencakup area sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Sejumlah unsur turut terlibat dalam operasi tersebut, antara lain TNI Angkatan Laut, Direktorat Kepolisian Perairan, Basarnas, Kantor SAR Banten, Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu.
Meski memperluas wilayah penyisiran, tim SAR belum memperoleh hasil yang mengarah pada keberadaan delapan orang yang hilang. Kabut tebal menjadi salah satu kendala yang mengganggu jarak pandang petugas di lapangan.
“Semua unsur yang melakukan pencarian baik itu dari angkatan laut, Dirpolair, termasuk Basarnas, Kantor SAR Banten, Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu, itu hasil hingga saat ini masih nihil,” ujar Amrad.
“Kendala di lapangan saat ini dari semua laporan rekan-rekan kita tim SAR gabungan dengan kabut yang sangat tebal sehingga mengganggu visibility,” imbuhnya.
Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian di sejumlah sektor perairan Selat Sunda untuk menemukan titik terang keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut. (*)





