MAKASSAR โ Akibat dedikasi dan keberanian Tim SAR Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan dalam operasi pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.
Akhirnya mendapatkanย penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafei, S.I.P., M.M., CHRMP., dan diserahkan melalui Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., kepada Direktur Samapta Polda Sulsel, Kombes Pol. Hery Sasangka, S.I.K., pada Rabu (5/8/2026).
Apresiasi itu merupakan bentuk penghormatan atas peran penting Tim SAR Dit Samapta Polda Sulsel dalam operasi kemanusiaan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, pada 17 Januari 2026.
Kasi Basarnas Sulsel, A. Sultan, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi Dit Samapta Polda Sulsel, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi penuh tantangan tersebut.
“Penghargaan ini diberikan kepada seluruh Tim SAR gabungan, lintas instansi, hingga para relawan yang terlibat. Ini adalah bentuk apresiasi dari Kepala Basarnas atas dedikasi, loyalitas, dan semangat kemanusiaan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut,” ujar A. Sultan.
Ia menjelaskan, penyerahan penghargaan baru dapat dilaksanakan karena tingginya intensitas operasi yang dijalankan Basarnas dalam beberapa bulan terakhir, termasuk penanganan tragedi kapal di perairan Selayar.
Tak hanya itu, ia juga mengemukakan bahwa hal itu sebagai apresiasi, Basarnas Sulsel dan Dit Samapta Polda Sulsel juga berkomitmen memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan keadaan darurat.
Selain itu, ia juga mengungkap bahwa salah satu langkah yang telah disiapkan ialah menggelar latihan bersama secara berkala guna meningkatkan kemampuan teknis, koordinasi, dan kesiapsiagaan personel dalam setiap operasi pencarian dan penyelamatan.
“Semoga penghargaan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah misi kemanusiaan lahir dari kerja sama lintas instansi, profesionalisme, dan pengabdian tanpa mengenal batas demi menyelamatkan nyawa sesama,”pungkasnya.(*)
Wartawan: Andi, Editor: Andi






