Berani Tak Berpihak

Kuasa Hukum Raja Gowa Minta Pemkab Kembalikan Pengelolaan Balla Lompoa

Screenshot

GOWA, — Kuasa Hukum Raja Gowa ke 38, Wawan Nur Rewa mempertanyakan kepada Bupati Gowa soal keberadaan kunci Brangkas Benda Pusaka Kerajaan Gowa di Istana Balla Lompoa, Sungguminasa, Senin (24/6/24) siang.

Akibat tidak ditemukannya kunci brangkas benda pusaka Kerajaan Gowa, mengakibatkan agenda Accera Kalompoang pada 17 Juni 2024 berjalan tidak sesuai harapan, dan berdampak dituduhnya Raja Gowa yang memegang kunci brangkas.

Wawan menuturkan, kliennya sudah melayangkan surat kepada Bupati Gowa sebanyak dua kali mempertanyakan soal keberadaan kunci brangkas, namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau jawaban.

“Klien sudah layangkan surat pertama soal mempertanyakan beradaan kunci brangkas benda pusaka kerajaan gowa, dan sampai detik ini belum ada jawaban, sehingga kembali dilayangkan lagi yang ke dua kalinya, karena banyaknya desakan dari berbagai pihak yang mempertanyakan soal kunci itu,” tuturnya.

Ia menyebut, Bupati Gowa selaku Pemerintahan hadir untuk melahirkan solusi bukan berdiam diri.

“Bupati Gowa mewakili Pemerintah mestinya hadir untuk melahirkan solusi, tidak dengan cara berdiam diri jika dibutuhkan rakyatnya, salah satunya dengan membalas surat tersebut siapa atau akan menjawab soal keberadaan kunci ini. Sebab di sini ada dua pihak yang bertanggung jawab, satu pihak Pemda Gowa dan dua pihak Raja, sedangkan Raja Gowa sendiri tidak pernah diberi atau memegang kunci brangkas yang dimaksud. Buktinya sudah kami kantongi,” cetus Wawan kepada Wartawan di Kopi Singga, Pallangga.

Meski demikian, ia berharap agar kisruh ini segera menuai titik terang dan tidak berkelanjutan.

“Ayolah kita lahirkan solusi untuk Istana Balla Lompoa, mau sampai kapan kisruh ini bergulir, atau sebaiknya kembalikan saja pengelolaan Istana Balla Lompoa ini kepada Raja, biarkan keluarga kerajaan yang mengelola, sisa kedepannya Pamda mensupport dalam kolaborasi ini, demi melestarikan kebudayaan dan nilai nilai perjuangan para leluhur,” tutup Wawan.



error: Jangan Asal Comot Bro!!!