Masuki Hari Ketiga Aksi Penolakan Harga BBM, Masyarakat Menjerit Emosi

SULSEL, — Memasuki hari ketiga, massa aksi masih menutup jalan untuk memaksa Pemerintah mengevaluasi kembali naiknya harga BBM. Akibat aksi-aksi tersebut, masyarakat khususnya pengguna jalan serta aparat Lalulintas harus berjibaku kembali dengan asap pembakaran ban dan jalur alternatif, (07/09/2022).

“Sessaki kodong pak, masuk lorong tembus lorong, semuanya macet. Karena jalan utama ditutup, kendaraan menumpuk ketemunya semua didalam lorong, “ungkap Ancu, salah seorang pengendara.

Masyarakat sudah mulai jengkel dengan perilaku massa aksi yang makin tidak terkontrol dan menutup semua akses jalan poros. Roda II dan Roda IV, memutar otak dan kendaraan mereka mencari jalur alternatif.

“Maunya itu klo keluarkan aspirasi secara intelek, jangan tutup akses jalan. Karena rata-rata rejeki sebagian masyarakat itu berasal dari jalan, Ojek-ojek Online, Supir Pete-Pete, kasian kita klo begini pak, “kata Lulu, salah seorang Ojol.

Sudah seharusnya para massa aksi lebih cerdas lagi dalam menyalurkan aspirasi mereka, buat forum atau melakukan persuratan kepada Pemerintah untuk melakukan pengkajian ulang terkait keputusan dalam menaikkan harga BBM karena mengakibatkan dampak luar biasa.

“Kalo mau demo, perhatikan juga masyarakat. Karena mereka berteriak, tapi kami menjerit kasian. Kami butuh keluar kejalan cari rejeki untuk hidupi keluarga kami, “tutup Lulu.