Minimalisir Potensi Kriminal, Walikota Makassar Ir. H. M. Ramdhan Pomanto Diminta Pertajam Camat Hingga RT/RW

MAKASSAR, Potensi-potensi kriminal di Ibu Kota Sulawesi-Selatan dewasa ini kian menggeliat, akan tetapi aksi pembusuran serta perang antar kelompok kini kian berkurang dengan atensi keras dari jajaran Kepolisian terkait para pelaku, dan maraknya pergaulan bebas ditengah masyarakat menjadi problematika tersendiri dikota Makassar.

“Makassar ini adalah kota Modern, kota digital, akan tetapi potensi-potensi kriminal juga ikut tumbuh ditengah pertumbuhan kota. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu, kurangnya lapangan kerja, maraknya pengangguran, maraknya Anak Jalanan, pengemis hingga kurang ketatnya pendataan yang dilakukan Camat hingga RT/RW, “ucap Daeng Tutu, salah seorang Tokoh Masyarakat Antang, (20/06/2022) sekira pukul. 08.00 Wita.

Dimana kurang tajamnya fungsi Camat hingga RT/RW dalam hal basis data warga hingga rutinitas Wajib Lapor bagi penghuni baru sekaan hilang dari kultur pemerintahan.

“Pada tahun 90an, diwilayah saya itu ketat. Mulai dari Siskamling, dan kerukunan antar warga. Rumah-rumah kost rajin di Sidak, rumah kontrakan juga ikut di Sidak. Dimana tujuannya meminimalisir potensi-potensi kriminal baik anak dibawah umur yang tinggal seatap, peredaran Miras, hingga pelaku kejahatan jalanan malam itu menjadikan rumah kost dan kontrakan sebagai tempat yang aman, “lanjutnya.

Dari pemberitaan dibeberapa media beberapa pekan lalu, kita dihebohkan dengan penemuan 7 jasad janin bayi diwilayah hukum Polsek Biringkanaya, Penggrebekan genk motor dijalan Rajawali, pembusuran warga didalam rumah kost dijalan Abd. Dg. Sirua. Hal ini diduga disebabkan kurang ketatnya aparatur pemerintah yang ada dibawah, Camat sebagai garda terdepan dinilai kurang aktif dalam hal basis data dan penekanan terhadap pemilik rumah kost dan kontrakan.

“Baru-baru ini kan heboh tentang penemuan jasad janib bayi, penggerebekan genk motor di Rajawali, pembusuran warga dijalan Abd. Dg. Sirua didalam rumah kostnya. Ini bukti kurang ketatnya fungsi Camat hingga RT/RW dalam menjaga wilayah mereka, pemilik-pemilik kost ataupun kontrakan dengan semau mereka menerima penghuni baru tanpa melapor ke pemerintah setempat, dan kurang pro aktifnya Camat serta RT/RW dalam menjaga basis data wilayah, “tambahnya.

Masyarakat berharap agar kedepannya, unsur-unsur Tripika mampu bersinergis dengan baik sehingga kondusifnya suasana Khamtibmas ditengah masyarakat dapat terjaga dengan baik. Hingga berita ini diturunkan, Walikota Makassar. Ir. H. M. Ramdhan Pomanto, belum memberikan tanggapannya saat dikonfirmasi.

“Harapan kami, semua bisa efektif supaya aman-aman tongi, jangan pas maupi pemilihan baru kuat mendata RT/RW atau pas maupi pembagian sembako, “tutupnya.

Sementara itu Kapolrestabes Makassar. Kombes. Pol. Budi Haryanto S. Ik, MH, berharap agar kedepannya kesinergisan para unsur Tripika bisa lebih memperkuat dan mempertajam fungsi guna menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif.

“Semakin berkurangnya kejadian pembusuran dan perang kelompok akhir2 ini maka disarankan kepada Pemkot untuk lebih bersinergi lagi dengan pihak Polri dalam hal pelibatan masyarakat khususnya RT / RW, kelurahan sampai dengan kecamatan, “jawab Kombes. Pol. Budi Haryanto S. Ik, MH.