PAC GP Ansor Mallawa Dan HIPMI Maros Raya POLICE LINE Ponpes Darul Istiqamah Tolak Keras Kedatangan Khilafatul Muslimin

MAROS, — Pengurus Besar Himpunan Pemuda Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Maros Raya bersama Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Mallawa soroti hebohnya video viral yang memperlihatkan konvoi sepeda motor yang membawa poster bertuliskan “Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah’ dan Khilafatul Muslimin.

Ketua PB HIPMI Maros Raya, Arfandi mengatakan konvoi kebangkitan Khilafatul Muslimin yang terjadi baru baru ini menuai penolakan oleh masyarakat kabupaten Maros dengan membentangkan spanduk penolakan Kilafatul Muslimin yang dipasang di perempatan lampu traffik light patung kuda Kabupaten Maros.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan Khilafatul Muslimin Ummul Quro’ sudah masuk pertama kalinya di desa Benteng kec. Mallawa yang dibawa oleh Ustads Hasbi Nur dan yang menjadi ketua pertama adalah Usman Palaloi pada tahun 1998, kemudian pada bulan Juni 2020 terjadi pergantian ketua kepada Muh. Ilyas”, jelas Arfandi, minggu (5/6/22).

Ponpes yang diduga tempat Khilafatul Muslimin di Maros

Dia menambahkan sesuai data di Maros sebanyak 121 orang santri yang mondok di Mallawa menjadi pengikut Khilafatul Muslimin yang jaringannya sangat banyak hingga sampai ke Bima NTB. Ketua Dewan Pembinanya beralamat di Ponpes Darul Istiqomah Maccopa Maros namun keberadaannya tersebut tidak disetujui oleh pihak pimpinan Ponpes Darul Istiqamah KH. M. Arif Marzuki karena paham yang dianut oleh Khilafatul Muslimin dianggap berbahaya dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945

Ditempat yang berbeda Ketua PAC Ansor Mallawa, M. Aksa mengatakan keberadaan Khilafatul Muslimin di Maros ini sudah lama bahkan aktivitas pesantren pun sudah berjalan sekalipun belum mendapatkan izin dari pemerintah. Namun yang paling parah mereka sudah terang terangan mengajak masyarakat bergabung masuk di kelompoknya lalu dilakukan pembantaian.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ustads Yusuf Sekretaris NU Kabupaten Maros mengakui pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada pimpinan kelompok ini akan tetapi mereka tidak mengindahkan pemanggilan itu,

“Maka kami bersama Forkopimda Maros turun langsung untuk melakukan tindakan serius melarang kelompok ini untuk menyebarluaskan faham khilafatul muslimin di wilayah kab. Maros dengan memberi Police Line dilokasi pesantrennya”, jelas Ustad Yusuf