Jajaran Ditlantas Polda Sulsel Sukses Jadikan Ramadhan 1443 H Tanpa Balapan Liar

SULSEL, — Jajaran Ditlantas Polda Sulawesi Selatan sukses menjadikan bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah tahun 2022 ini beda dengan tahun sebelumnya, kali ini Balapan Liar yang sering digelar oleh anak-anak muda Sulawesi kini mulai menghilang sejak program Dirlantas Polda Sulsel. Kombes. Pol. Faizal S. Ik, MH, memberantas Bali.

“Alhamdulillah, bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan berkah, tradisi anak-anak kita di Sulawesi ini adalah tradisi yang buruk dan harus cepat dicegah. Olehnya itu kami dari jajaran Ditlantas Polda Sulsel menerapkan aturan ketat pada bulan ini agar anak-anak kita bisa terselematkan, “kata Kombes. Pol. Faizal S. Ik, MH, (19/04/2022) sekira pukul 13.40 Wita.

Selain dapat membahayakan nyawa para pelaku balapan liar, tentunya pengguna jalan lain dapat menjadi korban. Efek jera dengan menahan kendaraan selama 3 bulan merupakan jalan efektif untuk memberantas Bali di Sulsel.

“Balapan liar itu taruhannya nyawa, nyawa pelaku itu sendiri dan tentunya nyawa orang lain, kami melakukan langkah efektif dengan menjaring dan menahan kendaraan para pelaku selama 3 bulan agar menjadi efek jera buat mereka, “lanjutnya.

Kombes. Pol. Faizal S. Ik, MH, memberikan ultimatum kepada masyarakat Sulsel agar tidak melanggar aturan yang ada agar terhindar dari kecelakaan lalulintas, tentunya hal itu bertujuan untuk keselamatan dan kemanusiaan.

“Kami meminta agar masyarakat Sulsel dapat taat pada aturan berlalulintas, awal mula terjadinya kecelakaan lalulintas itu berawal dari pelanggaran, jadi kami meminta Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk kemanusiaan, ” tambahnya.

Tentunya peran serta orang tua adalah hal utama menurunnya grafik balapan liar di Sulsel, olehnya itu juga dirinya meminta kepada orang tua anak untuk memberikan edukasi, warning kepada generasi muda Sulsel.

“Peran utama itu ada pada orang tua, orang tua diharuskan mampu mengedukasi dan memberikan warning kepada anak-anak mereka sebelum berkendara. Klo belum cukup umur tolong jangan diberi keluasan untuk berkendara, menyayangi anak bukan dengan cara memberikan mereka kendaraan akan tetapi melarang mereka berkendara sebelum waktunya, “tutup Kombes. Pol. Faizal S. Ik, MH.



Tinggalkan Balasan