Tegur Oknum TNI Geber Knalpot Depan Mako Polres Sinjai, Pos Lantas Hancur Dirusak OTK, Petinggi TNI-Polri Diminta Turun Tangan

SINJAI  — Berawal dari kesalahpahaman antara oknum anggota TNI berpangkat Pratu berinisial IS dari kesatuan Yonif 726 kompi C Sanrego dan Aipda I anggota Jaga Polres Sinjai, dimana Pratu IS diduga telah menggeber mobil Brio bernopol DD 1562 AS tepat didepan Markas Komando (Mako) Polres Sinjai dan ditegur oleh Aipda I, (20/02/2022) sekira pukul. 11.30 Wita.

Menurut saksi mata, dimana mobil Honda Brio DD 1562 AS yang dikemudikan oleh Pratu IS menggeber knalpot mobil tepat didepan penjagaan Polres Sinjai, tak hanya sekali akan tetapi IS menggeber knalpotnya sebanyak 2 putaran, kemudian ditegur oleh Aipda I dan bahkan dikejar hingga ke Jalan Petta Ponggawae, dimana kejadian tersebut disaksikan oleh banyak warga.

“Awalnya itu pak, ada mobil Brio DD 1562 AS lewat didepan Polres, ma’ gas-gas sudah itu pergi pak. Nda lama kembali lagi ma’ gas-gas, diteriaki sama Polisi yang jaga. Baru keluar itu bapak Polisi dekati itu mobil, tapi itu mobil langsung pergi tapi dikejar sama itu Polisi tapi berdua ki baku bonceng, dikejar sampe dijalan Petta Ponggawae. Disana baru kuliat lagi bertengkar, banyak warga juga yang liat pak, “ujar salah seorang saksi mata berinisial W.

Setelah kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP. Abustam SH. MH, dan Kasat Intelkam. Iptu Rahmat, dan Aipda I mencoba mendatangi Kodim 1424 Kabupaten Sinjai untuk melakukan klarifikasi, dikarenakan Pratu IS diduga juga pernah menggeber knalpot mobilnya pada 26 January 2022 sebelum kunjungan Kapolda Sulsel. Irjen. Pol. Drs. Nana Sudjana AS. MM. Dimana Aipda I kembali terlibat bersitegang dengan Pratu IS di Kodim 1424, dan akhirnya memilih untuk pulang menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam sudah kami arahkan untuk melakukan klarifikasi dan mediasi ke Kodim 1424 Sinjai, akan tetapi Aipda I dan Pratu IS sempat terlibat adu tegang sehingga mereka balik kanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, “kata AKBP. Rachmat Sumekar S. Ik.

Dimana setelah kejadian peneguran Pratu IS, Pos Lantas Polres Sinjai hancur dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga kuat adalah oknum TNI. Dari hasil rekaman Handphone milik warga setempat, beberapa warga yang merekam aksi perusakan Pos Lantas sempat diperiksa dan bahkan hampir dipukul oleh oknum-oknum tersebut.

“Merekam diam-diam jeka pak, ituji anak muda yang depan toko kain/baju langsung dikerumuni karena sempat diliat merekam, sempat ditarik bajunya sama diseret disuruh hapus rekamannya, “jawab W, salah seorang warga sekitaran Pos Lantas.

Olehnya itu warga setempat meminta agar kepada Petinggi Polri-TNI untuk turun tangan agar permasalahan tersebut tidak berbuntut panjang sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dikarenakan masyarakat sekitaran Polres Sinjai takut adanya aksi selanjutnya, bukan hanya mengancam antara oknum terlibat akan tetapi menjadi ketakutan sendiri bagi warga setempat.

“Harus turun tangan ini pak pejabat-pejabatnya Polisi sama TNI, supaya tidak panjang masalahnya pak. Takutki juga pak kalo bertambah panjang ini masalah, kita ini masyarakat biasa pak, na klo ada apa-apa begitu, “tutup W.

 

 



Tinggalkan Balasan