Wajibkan Sholawat, Dzikir, Asmaul Husna Dan Ayat Kursi. AKBP. Tri Handako Wijaya S. Ik, Pimpin Polres Pangkep Dengan Kaidah Islam

  • Bagikan
responsive.txt

PANGKEP, — Kaidah ajaran-ajaran Islam tentunya selalu berada pada rel yang tepat, olehnya itu Kapolres Pangkep. AKBP. Tri Handako Wijaya S. Ik, sebagai pemegang tongkat komando untuk wilayah hukum kabupaten Pangkep mengamanahkan Personilnya untuk selalu bersholawat, dzikir, Asmaul Husna dan menghafal ayat kursi.

“Alhamdulillah, Tabe..setiap harinya saya amanahkan kepada Personil untuk selalu bersholawat, berdzikir, Asmaul Husna dan menghafal ayat kursi. Dimana hal tersebut bertujuan agar dalam menjalankan tugas, hati, jiwa dan fikiran para Personil selalu dalam amanah kaidah Islam, tentunya dengan jabatan sebagai Kapolres Pangkep barulah saya bisa mengamanahkan itu kepada Personil, “kata AKBP. Tri Handako Wijaya S. Ik, (28/10/2021l sekira pukul.16.00 Wita diruang kerjanya.

Sebagai manusia biasa juga, dia berharap agar jabatannya sebagai Kapolres Pangkep mampu membimbing dan mengarahkan para Personil untuk selalu bertafakkur kepada Yang Maha Kuasa. Dalam menjalankan tugas tentunya dia masih banyak kekurangan, olehnya itu dirinya juga mengakui selalu menerima setiap masukan-masukan guna lebih baik kedepan.

responsive.txt

“Tabe, saya juga manusia biasa dan banyak kekurangan. Olehnya itu dengan jabatan ini, Insyaa Allah saya akan selalu membimbing Personil untuk selalu bertafakkur kepada Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugas, saya juga masih banyak kekurangan olehnya itu saya selalu menerima segala masukan dari semua pihak, “lanjutnya.

Khusus pemegang Senjata Api (Senpi) dijajarannya, dirinya memberikan atensi khusus. Harus mampu dan bisa menghafal ayat kursi, apabila tidak mampu maka Senpi yang dimaksud akan ditarik, dimana hal itu dilakukan agara Personil pemegang Senpi selalu dihindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tabe, ini khusus yach. Khusus pemegang Senpi itu diwajibkan untuk menghafal ayat kursi, klo tidak Senpinya kami tarik. Hal ini dilakukan agar Personil pemegang Senpi bisa dihindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, saya kan pendatang disini walaupun ada aliran darah Sulawesi akan tetapi saya ingin terus belajar tentang Sulawesi Selatan, “tutup AKBP. Tri Handako Wijaya S. Ik.

responsive.txt


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan