Dinilai Gagal Memimpin, Kapolri. Jenderal Listyo Sigit ‘Tidak Bernyali’ Copot Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik

  • Bagikan

GOWA, — Kepemimpinan AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dinilai gagal selama menjadi pemegang tongkat komando di Mapolres Gowa. Dari beberapa rentetan kejadian yang bermuara dikabupaten Gowa, menjadi bukti konkret sebuah kegagalan.

Dari peristiwa Satpol PP, kasus pencongkelan mata seorang anak, kasus kaburnya TSK pencurian anak dibawah umur hingga anggota Polres yang tertangkap tangan membawa shabu sudah menjadi catatan buruk seseorang yang pernah mengecap pendidikan di Akademi Kepolisian.

“Dari kasus Satpol PP, lemahnya Polres kemudian Polsek Tinggi Moncong dan unit Intelkam dalam mengamankan wilayah hukum mereka sehingga terjadi kasus pencongkelan mata seorang anak, belum lagi selesai soal kasus kaburnya TSK dari Mapolres Gowa. Masuk lagi 2 anggota Polres Gowa yang tertangkap tangan membawa shabu, seyogyanya seorang Kapolres harus mewanti wanti jajarannya agar tidak berurusan dengan Narkoba, entah itu dengan menggelar Tes Urine setiap minggunya ato memberikan atensi kepada seluruh jajarannya, “kata Ismar, Ketua LSM Lidik Pro.

Diketahui bahwa salah seorang TSK berhasil melenggang keluar dari tahanan Satreskrim Polres Gowa. Dimana jalur-jalur kaburnya TSK bukan merupakan jalur umum, melainkan jalan yang notabene kurang diakses oleh masyarakat. Dugaan akan keterlibatan orang-orang dalam serta bebasnya TSK bermain dihalaman Mapolres Gowa merupakan bukti lemahnya Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik. Dimana hasil rekaman CCTV memperlihatkan kalau TSK dibantu oleh 3 orang yang belum diketahui identitasnya, dan fhoto dibawah merupakan bukti bahwa ada tahanan Special di Polres Gowa, dimana seharusnya RA mendekam didalam sel tapi malah bebas berfhoto ria dihalaman.

“Ini sudah masuk 1 minggu TSK kabur, kami dari pihak keluarga mempunyai ketakutan tersendiri dengan kaburnya RA, jadi RA kabur itu lewat belakang Polres Gowa tembus kejalan tepat dipinggir aliran Sungai Je’ne Berang, dimana jalur tersebut jarang diakses. Ini merupakan bukti ada keterlibatan orang-orang didalam, bebasnya TSK menggunakan Handphone serta bebas bermain dihalaman Polres Gowa sudah merupakan bukti kegagalan seorang Kapolres, sedangkan pintu utama ruangan Satreskrim Polres Gowa itu pintu digital dan hanya bisa dibuka tutup oleh Anggota Polres Gowa, “jawab Shayfril.

Selanjutnya Ismar menambahkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam hal ini ‘kurang bernyali’ untuk mengambil tindakan yaitu melakukan pencopotan terhadap Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dimana sebagai pemimpin dirinya tidak mampu menunjukkan kredibilitas dan kinerjanya selama memegang tongkat komando.

“Perlu dipertanyakan kepada bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit, apakah beliau ‘kurang bernyali’ untuk mencopot Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dimana hingga saat ini kredibilitas dan kinerjanya selama memegang tongkat komando Polres Gowa dinilai tidak bisa ditunjukkan, “tutup Ismar.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dan Kasatreskrim. AKP. Bobby Rahman S. Ik, tidak memberikan komentar via Whatssapp ataupun via Telfon.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan