Dari TSK Kabur Sampai Anggota Bawa Shabu, Kapolri ‘Butuh Nyali’ Copot Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik.

  • Bagikan

GOWA, — Kapolres Gowa AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dinilai telah gagal mengemban tugas sebagai pemimpin. Dimana dari kasus Satpol, kasus sekte aliran sesat di Malino, tahanan kabur hingga anggota Polres Gowa tertangkap tangan membawa shabu adalah bukti konkret kegagalan.

“Kasus Satpol sudah masuk tahap II, “kata AKP. Bobby Rahman S. Ik, via Whatsapp (30/09/2021) sekira pukul.21.37 Wita.

Dimana menurut pengakuan beberapa sumber bahwa, Kasatpol. PP berinisial MH yang diduga bebas berkeliaran dihalaman Mapolres Gowa.

“Biasa pak di warung situ duduk-duduk santai MH, “ucap Sumber.

Saat semua iba dan semua mata tertuju pada mata anak yang dicongkel oleh orang tuanya, masyarakat sebenarnya tidak sadar bahwa orang tua dari anak tersebut menganut sekte aliran sesat. Dikutip dari beberapa media bahwa orang tua korban mengakui bahwa mereka memiliki perkumpulan berjumlah 40 orang dan memiliki ritual-ritual khusus.

“Dirumahnya tersangka diduga memang sering diadakan perkumpulan, dan diduga aliran sesat bahkan anak pertama terduga tersangka meninggal akibat dicekok air garam sebanyak 2 liter. Polres Gowa dan Polsek Tinggimoncong kecolongan dan tidak memonitor wilayah hukum mereka, gerak cepat untuk mengamankan dan mengobati korban itu sudah seharusnya dilakukan. Tapi hal tersebut bisa di antisipasi apabila fungsi intel dipertajam, “jawab Ismar Ketua LSM Lidik Pro.

Cukup ‘santuy’ nya tahanan yang ‘special’ berhasil dimanfaat oleh RA yang melenggang kabur dari tahanan Satreskrim Polres Gowa. Dimana RA, selain bisa bebas bermain diruangan dan halaman Polres Gowa, RA juga bebas memakai ponsel. Diketahui bahwa pintu utama ruang Satreskrim merupakan pintu digital dan hanya bisa dibuka oleh orang-orang yang memiliki akses atau ID Card.

“Tahanan yang ‘special’ itu cukup Santuy, bebas berkeliaran diruangan sampai dihalaman Polres dan bebas memakai Ponsel. Dalam hal ini Polres Gowa sangat teledor, akhirnya dimanfaatkan oleh RA. Tersangka kasus penculikan anak dibawah umur ini, berhasil kabur dari tahanan. Perlu diketahui bahwa pintu utama gedung Satreskrim Polres Gowa hanya bisa dibuka oleh orang-orang yang memiliki akses karena itu pintu digital, “lanjut Ismar.

Parahnya lagi, minggu kemarin tepatnya hari Jum’at (01/10/2021) sekira pukul.11.00 Wita, 2 orang anggota Polres Gowa diciduk oleh Tim 1 Unit III Satresnarkoba Polrestabes Makassar karena tertangkap tangan membawa shabu. Yakni Bripka JS dan juga Bripka Abd. HH, bahkan Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, diduga tidak memonitor hal tersebut dan baru akan melakukan kordinasi ke Polrestabes Makassar.

“Kami akan kordinasi dengan Polrestabes, “jawabnya via Whatsapp, (03/10/2021) sekira pukul.03.17 Wita.

Hingga berita ini diturunkan, tahanan RA yang kabur 4 hari yang lalu belum berhasil diamankan kembali.

“Kapolres Gowa. AKBP. Tri Ghofaruddin Pulungan S. Ik, dinilai gagal dalam memimpin. Seharusnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit lebih bisa bernyali dan mencopot Kapolres ini, “tutup Ismar.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan