Pemuda di Makassar Diamankan Polisi Gegara Sering Ancam Orang Tua

Journalist Independent
Geng Motor Warser Digerebek Saat Live TikTok, Lima Orang Ditangkap URC Polrestabes Makassar .
ILUSTRASI: Polisi mengamankan sejumlah anggota geng motor Warser dalam penggerebekan di Kecamatan Manggala, Makassar.

Journalist Independent, MAKASSAR – Seorang pemuda di Makassar diamankan polisi setelah berulang kali mengancam kedua orang tuanya. Ancaman tersebut diduga kerap dilontarkan saat pemuda itu berada di bawah pengaruh minuman keras. Bahkan, ia disebut sempat mengancam orang tuanya menggunakan senjata tajam.

Kondisi tersebut membuat kedua orang tuanya merasa khawatir. Mereka akhirnya meminta bantuan kepolisian setelah menghadapi ancaman yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan keluarga.

Selain meresahkan orang tuanya, pemuda tersebut juga disebut kerap mengganggu ketenangan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Persoalan yang semula terjadi di dalam rumah itu pun membutuhkan penanganan agar tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Laporan dari pihak keluarga kemudian ditindaklanjuti personel Polsek Manggala. Polisi mendatangi rumah pemuda tersebut untuk mengendalikan situasi sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya tindakan yang membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Laporan Ditindaklanjuti Polisi

Kepolisian bergerak setelah menerima laporan mengenai perilaku pemuda yang kerap mengancam kedua orang tuanya. KA SPKT Polsek Manggala, Aiptu Mustafa, bersama personel piket fungsi mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Setibanya di rumah tersebut, petugas mendapati pemuda itu masih melontarkan kata-kata kasar kepada kedua orang tuanya. Dari situasi yang ditemukan di lokasi, pemuda tersebut diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika pemuda itu mengancam kedua orang tuanya menggunakan pisau. Ancaman tersebut membuat petugas harus segera mengambil langkah untuk mengendalikan keadaan sebelum keributan berkembang menjadi tindakan yang lebih berbahaya.

Polisi kemudian berupaya mengamankan pemuda tersebut. Namun, proses pengamanan tidak berlangsung mudah karena ia sempat berontak dan menolak saat petugas hendak membawanya dalam penguasaan polisi.

Petugas tetap berupaya mengendalikan situasi agar tidak menimbulkan keributan lanjutan. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan kedua orang tua, pemuda yang bersangkutan, serta personel yang berada di lokasi.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana persoalan yang terjadi di lingkungan keluarga dapat berkembang menjadi situasi yang membutuhkan campur tangan pihak lain ketika sudah disertai ancaman kekerasan. Terlebih, keberadaan senjata tajam dalam pertengkaran berpotensi meningkatkan risiko cedera bagi orang-orang yang terlibat.

Dalam situasi seperti itu, pengendalian keadaan menjadi hal penting agar konflik tidak semakin meluas. Karena itu, polisi berupaya meredakan ketegangan dan memberikan pemahaman kepada pihak yang terlibat.