BANSOS  

Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bansos Ibu Hamil hingga Rp3 Juta

Journalist Independent
Hoaks link bansos Ibu Hamil
Hoaks link bansos Ibu Hamil

JAKARTA — Informasi mengenai bantuan sosial (Bansos) untuk ibu hamil kembali beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menawarkan bantuan hingga Rp3 juta dan mengarahkan masyarakat untuk mengisi formulir melalui tautan tertentu.

Namun, klaim tersebut tidak dapat dipercaya begitu saja. Penelusuran terhadap sejumlah unggahan yang beredar menunjukkan pola yang sama, yakni menawarkan nominal bantuan dengan jumlah tertentu lalu meminta calon penerima memasukkan data pribadi melalui situs yang tidak jelas asal-usulnya.

Setidaknya ada tiga klaim mengenai pendaftaran bansos untuk ibu hamil yang beredar sepanjang 2026 dan perlu diwaspadai.

Hoaks Link Bansos Ibu Hamil hingga Disabilitas Berat

Salah satu klaim beredar di Facebook pada 26 Agustus 2026. Unggahan tersebut menawarkan bantuan sosial kepada sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, anak usia dini, pelajar, penyandang disabilitas berat, hingga lansia.

Dalam unggahan itu, ibu hamil disebut akan menerima bantuan Rp1,2 juta. Anak usia dini juga disebut mendapat Rp1,2 juta, sementara nominal untuk kategori lainnya berbeda.

Unggahan tersebut mengajak masyarakat segera melakukan pendaftaran dengan mencantumkan keterangan bahwa bantuan tersedia secara gratis.

Masalah muncul ketika pengguna mengklik tautan yang dicantumkan pada profil akun. Tautan tersebut justru mengarah ke sebuah halaman yang menyediakan formulir digital.

Formulir itu meminta sejumlah data pribadi, termasuk nama sesuai KTP dan nomor Telegram.

Pola tersebut menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai. Informasi bantuan pemerintah seharusnya tidak serta-merta dipercaya hanya karena mencantumkan nominal bantuan dan menggunakan istilah program sosial.

Klaim mengenai tautan pendaftaran bansos untuk ibu hamil, penyandang disabilitas berat, dan lansia tersebut dinyatakan hoaks.

Hoaks Link Pendaftaran Bansos Ibu Hamil Rp3 Juta

Klaim serupa kembali muncul pada 20 April 2026 melalui Facebook.

Unggahan tersebut menggunakan narasi mengenai kepedulian sosial dan menyertakan poster yang mengklaim adanya bantuan Rp3 juta untuk ibu hamil.

Pada unggahan terdapat menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke sebuah situs. Setelah dibuka, situs tersebut menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, antara lain nama lengkap dan nomor Telegram.

Penggunaan nominal bantuan yang besar serta ajakan untuk segera mendaftar menjadi daya tarik utama dalam unggahan tersebut.

Namun, keberadaan formulir digital bukan bukti bahwa sebuah program bansos resmi benar-benar tersedia.

Klaim mengenai tautan pendaftaran bansos untuk ibu hamil Rp3 juta tersebut juga tidak benar.

Hoaks PKH Ibu Hamil Rp3 Juta

Klaim lain yang juga beredar menawarkan bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH sebesar Rp3 juta untuk ibu hamil dan ibu dalam masa nifas.

Informasi tersebut muncul di Facebook sejak 27 Februari 2026. Unggahan mencantumkan daftar nominal bantuan untuk sejumlah kategori penerima.

Ibu hamil dan nifas disebut memperoleh Rp3 juta. Anak usia dini atau balita juga disebut mendapatkan Rp3 juta, sedangkan lansia dan penyandang disabilitas disebut memperoleh Rp2,4 juta.

Unggahan tersebut kemudian mengarahkan pengguna untuk melakukan pendaftaran melalui tautan yang tersedia.

Calon penerima diminta memasukkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Bahkan, unggahan tersebut meminta pengguna memasukkan kode OTP yang dikirim melalui Telegram.

Permintaan kode OTP menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Kode tersebut bersifat rahasia dan tidak semestinya diberikan kepada pihak lain melalui formulir yang sumbernya tidak jelas.

Setelah ditelusuri, klaim mengenai tautan pendaftaran PKH untuk ibu hamil dengan nominal Rp3 juta tersebut dinyatakan tidak benar.

Waspadai Tautan Palsu yang Meminta Data Pribadi

Ketiga klaim tersebut memiliki pola yang hampir sama. Pelaku menggunakan isu bansos dan nominal bantuan yang cukup besar untuk menarik perhatian masyarakat.

Setelah calon penerima tertarik, mereka diarahkan ke tautan tertentu dan diminta mengisi data pribadi.

Nama lengkap, identitas kependudukan, nomor telepon, akun Telegram hingga kode OTP menjadi informasi yang diminta dalam sejumlah modus tersebut.

Masyarakat perlu berhati-hati karena data tersebut dapat disalahgunakan. Kode OTP, khususnya, tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak dikenal.

Informasi mengenai program bantuan sosial juga sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi pemerintah sebelum masyarakat mengisi formulir atau menyerahkan data pribadi.

Jangan mudah percaya pada unggahan yang menjanjikan uang dalam jumlah besar hanya dengan mengklik tautan dan mengisi data.

Klaim mengenai link pendaftaran bansos untuk ibu hamil dengan nominal Rp1,2 juta hingga Rp3 juta yang beredar di media sosial tersebut merupakan informasi palsu.

Tautan yang disebarkan tidak terbukti sebagai saluran resmi pendaftaran bantuan sosial pemerintah. Sebaliknya, sejumlah tautan justru mengarahkan pengguna ke formulir yang meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram dan kode OTP.

Masyarakat sebaiknya tidak mengklik tautan mencurigakan, apalagi memasukkan data identitas atau kode OTP.

Sebelum mempercayai informasi mengenai bansos, pastikan terlebih dahulu sumber informasi berasal dari kanal resmi pemerintah dan sesuai dengan mekanisme program bantuan yang berlaku. (*)