JI, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman menghadiri malam pisah sambut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan antara Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, di Aula Mappaoddang, Kantor Polda Sulsel, Jumat (9/10/2026) malam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro selama bertugas di Sulawesi Selatan. Ia mengenang Irjen Pol. Djuhandhani sebagai sosok yang ramah, selalu tersenyum, mudah dihubungi, serta menjadi figur yang dituakan di lingkup Forkopimda Sulsel.
“Ada pertemuan, tentu ada perpisahan. Malam ini menjadi momen penuh kesan bagi kami untuk melepas sosok Pak Irjen Pol. Djuhandhani yang selama ini saya kenal selalu tersenyum, sangat ramah, dan menjadi ketua kelas di antara jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Andi Sudirman juga menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat dan dukungan Kapolda beserta jajaran dalam berbagai situasi, baik dalam kondisi genting maupun dalam koordinasi sehari-hari.
Menurutnya, Irjen Pol. Djuhandhani selalu hadir ketika dibutuhkan, termasuk saat insiden pesawat ATR 42-500 di kawasan Maros–Pangkep serta ketika terjadi persoalan pasokan bahan bakar. Dalam situasi tersebut, jajaran kepolisian bersama TNI turun langsung ke lapangan untuk membantu memastikan situasi tetap terkendali.
“Atas seluruh bakti dan dedikasi Bapak untuk Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Terima kasih banyak, Pak. Di saat genting, Bapak selalu hadir,” ungkap Andi Sudirman.
Andi Sudirman juga mengapresiasi kontribusi jajaran Polda Sulsel, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), dalam membantu optimalisasi penerimaan daerah melalui penindakan dan penagihan pajak kendaraan bermotor. Upaya tersebut tercatat telah membantu menghadirkan tambahan penerimaan sekitar Rp58 miliar bagi kas daerah.
Pada kesempatan itu, Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada Ny. Upi Djuhandhani atas koordinasi dan dedikasinya sebagai Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan. Ia juga mengapresiasi usaha UMKM Ewako yang dikembangkan karena dinilai turut mengangkat kearifan lokal Sulawesi Selatan.
“Terima kasih atas koordinasi dan dedikasi Ibu. Usaha Ewako yang Ibu kembangkan sangat luar biasa dalam mengangkat kearifan lokal Sulawesi Selatan. Saya mendoakan semoga semakin sukses ke depannya,” tuturnya.
Kepada Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, Andi Sudirman menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap pengalaman serta pemahaman beliau terhadap daerah ini dapat menjadi modal untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda.
“Selamat datang di kampung sendiri. Tentu Bapak sudah banyak mengetahui dan memahami Sulawesi Selatan. Harapan kita, kolaborasi bersama seluruh Forkopimda semakin kuat, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung pembangunan Sulawesi Selatan,” katanya.
Gubernur berharap pengabdian Irjen Pol. M. Awal Chairuddin di tanah kelahirannya dapat melahirkan karya nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan Sulawesi Selatan.
“Kami berharap pendampingan dan kolaborasi ini nantinya melahirkan maha karya sebagai hadiah untuk Sulawesi Selatan dari salah satu putra terbaik daerah. Kami bersyukur Bapak kembali dan mendapat kesempatan untuk berbakti serta mengabdikan diri di tanah kelahiran sendiri,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Andi Sudirman mendoakan agar Kapolda Sulsel yang baru beserta keluarga senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan amanah.
Ia juga menitipkan pesan kepada Irjen Pol. Djuhandhani agar tidak melupakan Sulawesi Selatan, seraya menyampaikan terima kasih atas kebersamaan, pengabdian, dan kontribusinya selama bertugas di daerah tersebut.
Profil Awal Chairuddin
Irjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin resmi memimpin Polda Sulawesi Selatan pada Oktober 2026. Putra Makassar lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu membawa rekam jejak panjang di berbagai satuan kepolisian, pengalaman mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
Awal menggantikan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro setelah menjalani perjalanan karier selama lebih dari tiga dekade di lingkungan Polri. Penugasan di satuan Brigade Mobil, kepemimpinan di sejumlah kepolisian resor, hingga pengalaman di bidang pendidikan dan reserse membentuk perjalanan profesionalnya sebelum kembali mengabdi di tanah kelahirannya.
Polda Sulsel mengukuhkan pergantian kepemimpinan tersebut melalui upacara serah terima Pataka Pallawa Lipu di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Jumat, 9 Oktober 2026. Djuhandhani menyerahkan pataka kepada Awal sebagai simbol peralihan tanggung jawab memimpin jajaran kepolisian di Sulawesi Selatan.
Putra Makassar dari Keluarga Akademisi
M. Awal Chairuddin lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Ia tumbuh dengan latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia pemerintahan dan pendidikan.
Ayahnya, almarhum Chairuddin Burhan, pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Lembaga Administrasi Negara di Sulawesi Selatan. Sementara itu, ibunya, Hatma Tamma, dikenal sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
Awal memilih jalur pengabdian melalui kepolisian. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1994, kemudian mengawali karier di Korps Brigade Mobil sebelum menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah dan satuan Polri.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat kewilayahan maupun pusat.
Pernah Pimpin Sejumlah Polres
Dalam perjalanan kariernya, Awal pernah menjabat Kapolres Subang, Kapolres Metro Bekasi, dan Kapolres Metro Jakarta Utara. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Wakapolrestabes Bandung.
Berbagai penugasan itu memberinya pengalaman dalam mengelola organisasi kepolisian, memimpin personel, serta menangani persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah dengan karakteristik berbeda.
Pada 2017 hingga 2019, Awal mendapat kepercayaan menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, ia kembali menjalankan sejumlah penugasan di lingkungan Polri, termasuk bidang pendidikan dan reserse.
Pengalaman lintas satuan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga memperoleh kepercayaan memimpin Polda Sulsel.
Raih Gelar Doktor dari UNM
Di tengah perjalanan kariernya, Awal juga melanjutkan pendidikan akademik. Pada 2024, ia meraih gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Negeri Makassar.
Penelitian disertasinya membahas peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Topik tersebut berkaitan dengan fungsi polisi yang berinteraksi langsung dengan warga melalui pembinaan keamanan dan kemitraan di tingkat masyarakat.
Latar belakang akademik itu melengkapi pengalaman praktis yang ia peroleh selama bertugas di berbagai satuan. Namun, kepemimpinannya di Polda Sulsel tetap akan dinilai melalui pelaksanaan tugas, kebijakan yang diambil, serta kemampuan jajaran kepolisian menjawab kebutuhan masyarakat.
Terima Amanah Pimpin Polda Sulsel
Dalam sambutannya setelah menerima Pataka Pallawa Lipu, Awal menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut demi kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Saya bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Polda Sulawesi Selatan. Sebagai putra daerah, saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, memberikan manfaat, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ungkap Awal.
Pataka Pallawa Lipu melambangkan kehormatan, identitas, dan semangat pengabdian personel Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penyerahan pataka sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab Awal memimpin institusi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Djuhandhani menyampaikan terima kasih kepada personel Polda Sulsel dan masyarakat atas dukungan selama kurang lebih 11 bulan kepemimpinannya. Ia menilai kerja sama jajaran kepolisian dan masyarakat membantu menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran berbagai agenda nasional dan daerah.
Djuhandhani juga berpesan agar seluruh personel tetap memegang teguh nilai-nilai Satya Haprabu, menjaga kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Setelah upacara serah terima pataka, Polda Sulsel menggelar farewell parade untuk melepas Djuhandhani bersama istrinya, Ny. Upi Djuhandhani. Awal memimpin langsung prosesi tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pendahulunya.
Kini, Awal memulai babak baru pengabdiannya di daerah kelahirannya. Rekam jejak di berbagai satuan kepolisian dan latar belakang akademik menjadi bagian dari profilnya. Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam kepemimpinan yang profesional, menjaga keamanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polda Sulsel. (na)






