Journalist Independent, MAKASSAR – Sebuah rumah dua lantai semi permanen di Jalan Teuku Umar, Lorong 7, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terbakar.
Kobaran api disertai kepulan asap tebal terlihat membubung dari bangunan rumah yang terbakar.
Dalam video yang beredar, warga terlihat berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar menerima laporan kebakaran tersebut bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman terhadap rumah yang terbakar.
“Otw Pos Ujung Tanah,” kata Kepala Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, Selasa (13/10/2026).
Hingga kini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut.
Begitupun korban maupun jumlah kerugian yang timbul pasca insiden tersebut. (*)
Kebakaran di Makassar Capai 317 Kasus hingga Awal Oktober 2026
Kasus kebakaran di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencapai 317 kejadian hingga awal Oktober 2026. Jumlah tersebut telah melampaui total kejadian kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 258 kasus.
Berdasarkan laporan pada 3 Oktober 2026 yang mengutip data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, sebanyak 315 kejadian kebakaran tercatat selama Januari hingga September 2026. Jumlah itu bertambah dua kasus dari kejadian pada 2 Oktober sehingga totalnya menjadi 317 kejadian.
Tingginya angka kebakaran tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kerugian material, merusak tempat tinggal dan fasilitas usaha, hingga mengancam keselamatan warga.
Kepala Bidang Pemadaman Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, mengatakan jumlah kejadian kebakaran pada 2026 cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Ini memang cukup signifikan jika kita membandingkan dari tahun 2025,” bebernya, Jumat (2/10/2026).
Berdasarkan data Damkarmat Makassar yang diberitakan detikSulsel pada 26 Agustus 2026, terdapat 218 kejadian kebakaran selama Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah kejadian pada awal tahun relatif lebih rendah dibandingkan pertengahan tahun. Pada Januari tercatat 17 kasus, Februari 12 kasus, Maret 10 kasus, April 18 kasus, dan Mei 15 kasus.
Memasuki Juni, jumlah kebakaran meningkat menjadi 31 kejadian. Angka tersebut kembali bertambah menjadi 47 kasus pada Juli dan mencapai 68 kasus sepanjang Agustus berdasarkan rekap yang diberitakan pada akhir bulan tersebut.
Kondisi tersebut memperlihatkan peningkatan kejadian kebakaran pada pertengahan tahun. Meski demikian, penilaian mengenai tren keseluruhan perlu mempertimbangkan pembaruan data, perbedaan waktu pencatatan, serta hasil verifikasi instansi terkait.
Kepala Damkarmat Makassar, Fadly Wellang, menyebut kondisi kemarau panjang dan peningkatan suhu dapat memperbesar risiko kebakaran.
“Ini kan tentu karena kemarau yang panjang kemudian tentu pada saat kemarau suhu meningkat. Kemudian barang-barang yang terpapar sinar matahari cukup sangat memungkinkan dan berpotensi menimbulkan api,” ujar Fadly Wellang, Kamis (27/8/2026).
Selain faktor cuaca, aktivitas manusia juga menjadi perhatian. Pembakaran sampah yang tidak diawasi, puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta penggunaan peralatan listrik yang tidak aman berpotensi memicu kebakaran.
Dalam laporan detikSulsel pada Agustus 2026, Damkarmat mencatat 88 kasus kebakaran yang dikelompokkan sebagai kebakaran sampah atau alang-alang. Sementara itu, terdapat 31 kasus terkait korsleting listrik, 15 kasus yang berkaitan dengan tabung gas atau kompor, serta 84 kasus dalam kategori lain atau penyebab yang belum diketahui.
Data tersebut merupakan klasifikasi yang diberitakan pada periode Januari–Agustus 2026. Penetapan penyebab definitif suatu kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan sesuai kewenangan pihak berwenang.






