Ukraina Rilis Daftar 8 WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia

Ilustrasi tentara Rusia (Foto: AP Photo/Alexandr Kulikov, file)

JAKARTA – Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) mengungkap adanya delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan pasukan Rusia dalam perang di Ukraina.

Informasi tersebut disampaikan FISU melalui laman resminya pada 27 Agustus 2026. Badan intelijen Ukraina itu mengklaim memperoleh dokumen terkait proses perekrutan setelah mendapatkan salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai pemrosesan visa bagi sejumlah WNI.

“Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,” demikian pernyataan FISU.

Menurut FISU, delapan WNI yang disebut dalam dokumen tersebut berusia antara 29 hingga 47 tahun. Mereka diduga direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi, tugas yang disebut tidak berkaitan dengan pertempuran, hingga tawaran memperoleh kewarganegaraan Rusia dan berbagai tunjangan sosial.

FISU menyebut sebagian dari mereka diduga tidak mengetahui tujuan sebenarnya setelah direkrut.

“Pola yang sama sebelumnya telah digunakan ke warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garda depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” demikian pernyataan FISU.

Badan tersebut kemudian mengaitkan perekrutan itu dengan dugaan upaya Rusia mencari tenaga kerja untuk mendukung perang.

“Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, telah bergabung dalam daftar negara yang telah dijadikan Kremlin sebagai sumber tenaga kerja murah untuk perang,” lanjut FISU.

Kemlu RI Pastikan Informasi Masih Diverifikasi

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah merespons laporan yang dikeluarkan FISU tersebut. Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar.

Menurutnya, pemerintah juga berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di wilayah terkait untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” kata Yvonne dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

Yvonne menegaskan bahwa Indonesia memiliki ketentuan hukum yang mengatur keterlibatan warga negara dalam dinas militer negara asing, termasuk konsekuensi yang dapat muncul terhadap status kewarganegaraan.

Pemerintah juga akan menelusuri dugaan adanya unsur penipuan maupun eksploitasi dalam proses perekrutan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan WNI direkrut melalui tawaran pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

“Apabila terdapat WNI yang menjadi korban dalam proses tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yvonne.

Kemlu RI juga menegaskan bahwa apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata Rusia nantinya terbukti, tindakan tersebut merupakan keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap resmi pemerintah Indonesia.

“Apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dimaksud terverifikasi, hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia,” lanjutnya.

Berikut daftar 8 WNI yang jadi tentara Rusia:

1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)

2. Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983)

3. Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988)

4. Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978)

5. Syaripudin Muhammad (kelahiran 3 Agustus 1994)

6. Maulana M Hadi (kelahiran 7 April 1987)

7. Iskandar Wahyu Oktavian (kelahiran 22 Oktober 1985)

8. Helmi Nugraha Hakim (kelahiran 27 November 1983).

 

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis