JAKARTA – Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat Dan Driscoll mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Donald Trump, Senin (31/8/2026). Keputusan itu terjadi di tengah ketegangan yang telah berlangsung berbulan-bulan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan Driscoll telah berbicara langsung dengan Trump mengenai kondisi Angkatan Darat sebelum mengajukan pengunduran dirinya.
“Telah berbicara dengan presiden mengenai kondisi Angkatan Darat saat ini dan mengajukan pengunduran dirinya,” kata pejabat tersebut.
Gedung Putih kemudian mengonfirmasi pengunduran diri tersebut melalui juru bicaranya, Anna Kelly. Namun, Gedung Putih juga menyoroti sejumlah capaian Driscoll selama memimpin Departemen Angkatan Darat.
Menurut Kelly, Driscoll dinilai efektif menjalankan agenda Trump, termasuk memperkuat kesiapan dan daya gempur militer Amerika Serikat. Ia juga disebut berperan dalam operasi militer serta membantu proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina.
“Telah sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk Make America Strong Again di Departemen Angkatan Darat,” ujar Kelly dalam pernyataannya.
The Wall Street Journal menjadi media pertama yang melaporkan pengunduran diri Driscoll. Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah pihak yang mengetahui persoalan tersebut.
Kepergian Driscoll tidak berdiri sendiri. Hubungannya dengan Hegseth diketahui telah diwarnai ketegangan selama berbulan-bulan, salah satunya berkaitan dengan kedekatan Driscoll dengan Wakil Presiden JD Vance.
Driscoll merupakan veteran Angkatan Darat AS sekaligus sahabat lama Vance. Keduanya pernah menjadi teman sekelas di Yale Law School dan tetap mempertahankan hubungan dekat hingga kini.
Kedekatan tersebut disebut menjadi salah satu sumber persoalan internal di lingkungan Departemen Pertahanan AS. Hegseth disebut memandang hubungan Driscoll dengan Gedung Putih sebagai upaya untuk melewati jalur komando yang dipimpinnya.
Ketegangan tersebut berlangsung setelah Hegseth mengambil sejumlah keputusan besar di tubuh militer. Awal tahun ini, ia memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George serta dua jenderal lainnya. George diketahui bekerja sama erat dengan Driscoll.
Di awal masa jabatan Hegseth, sejumlah sumber juga menyebut sang menteri tidak sepenuhnya mempercayai pejabat di sekitarnya, baik dari unsur sipil maupun militer. Persoalan loyalitas kemudian menjadi salah satu bagian dari dinamika internal di Departemen Pertahanan AS.
Di sisi lain, Driscoll memiliki hubungan tersendiri dengan Trump. Tahun lalu, Trump menunjuknya untuk membantu mendorong Ukraina kembali ke meja perundingan dalam upaya membuka pembicaraan dengan Rusia.
Pengunduran diri Driscoll kini menambah dinamika dalam jajaran kepemimpinan militer Amerika Serikat. Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses pergantian posisi tersebut. (*)



