MAROS โ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (6/9/2026) malam. Kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah pendaki terjebak di jalur pendakian akibat kepungan asap tebal.
Situasi darurat itu membuat pengelola jalur pendakian menghubungi Kantor SAR Makassar untuk meminta bantuan evakuasi. Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk menyelamatkan para pendaki yang masih berada di kawasan terdampak.
Peristiwa kebakaran sempat direkam melalui video amatir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat di sekitar Pos 5 sebelum kemudian menjalar ke arah Pos 3 dan meluas mendekati kawasan puncak.
Dari Pos 5 menuju puncak berjarak sekitar 300 meter. Sementara itu, jalur dari Pos 5 ke Pos 3 memiliki jarak lebih dari 1 kilometer.
Asap pekat yang memenuhi jalur pendakian membuat jarak pandang menjadi terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan para pendaki untuk turun secara mandiri dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Ada beberapa pendaki terjebak karena kebakaran gunung,โ kata Komandan Tim Kantor SAR Makassar Dadang.
Sebanyak 20 personel rescue dari Kantor SAR Makassar dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan. Mereka bergabung dengan personel dari unsur terkait untuk menyisir jalur dan mengevakuasi pendaki ke titik yang lebih aman.
Evakuasi berlangsung dalam kondisi medan yang dipenuhi asap. Selain mengurangi jarak pandang, asap tebal juga menyebabkan kualitas udara di sekitar jalur pendakian memburuk.
Petugas mengevakuasi pendaki secara bertahap. Sebagian besar pendaki dilaporkan berhasil dibawa keluar dari kawasan terdampak dalam keadaan selamat.
Meski demikian, beberapa pendaki mengalami gangguan kesehatan selama proses penyelamatan. Tiga pendaki perempuan dilaporkan mengalami cedera pada bagian pergelangan kaki dan sesak napas setelah terpapar asap tebal.
Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran di kawasan Gunung Bulu Saukang. Petugas memeriksa kembali jalur pendakian, termasuk area yang mengarah ke puncak, untuk memastikan tidak ada pendaki yang tertinggal.
Penyisiran tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi kebakaran dan asap dapat membuat pendaki sulit terlihat maupun bergerak menuju lokasi aman.
Selain memastikan keselamatan seluruh pendaki, tim gabungan juga terus memantau perkembangan kebakaran dan kondisi jalur pendakian. Langkah ini diperlukan sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut di kawasan yang terdampak.
Petugas akan melanjutkan pencarian hingga seluruh jalur dinyatakan telah diperiksa dan dipastikan tidak ada pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Bulu Saukang.
“Untuk saat ini teman-teman masih berjibaku untuk memastikan apakah sudah tidak ada lagi para pendaki yang akan kita evakuasi,” tandasnya.






