News  

Abu Anak Krakatau Mengintai Kesehatan, Menkes Ungkap Organ yang Bisa Terdampak

JAKARTA โ€” Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukan hanya mengganggu pandangan dan aktivitas warga. Partikel yang beterbangan di udara juga dapat masuk ke tubuh dan mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan serta mata.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak abu vulkanik untuk tetap waspada, namun tidak panik. Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah.

Menurut Budi, udara yang tercemar abu vulkanik dapat masuk ke tubuh dan mengganggu sistem pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang ditekankan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

“Kalaupun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95. Kalau tidak ada masker KN95 cari apapun masker yang ada atau setidaknya menutup hidung dan mulut,” ungkap Budi dalam unggahannya di media sosial Instagram.

Risiko paparan abu vulkanik tidak berhenti pada saluran pernapasan. Mata juga dapat terdampak karena partikel yang terdapat dalam abu vulkanik bisa mengganggu penglihatan.

Budi menyarankan masyarakat menggunakan kacamata ketika harus keluar rumah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan abu terhadap mata di tengah kondisi udara yang masih dipengaruhi material vulkanik.

Perhatian juga diperlukan ketika warga membersihkan abu yang masuk atau mengendap di rumah. Budi mengingatkan agar abu vulkanik tidak langsung disapu dalam kondisi kering.

“Kalau kita mau membersihkan abu, jangan disapu saat kering. Harus abunya disemprot dulu dengan air bersih agar basah supaya abunya tidak terbang ke mana-mana saat dibersihkan,” ujar Budi.

Setelah abu dalam kondisi basah dan lembap, barulah proses pembersihan dilakukan. Cara tersebut ditekankan agar abu tidak kembali beterbangan ketika dibersihkan.

“Baru sesudah basah dan lembap, kita bersihkan,” tandasnya.

Budi kembali meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi tersebut. Kementerian Kesehatan, kata dia, terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan dampak erupsi Anak Krakatau.

Imbauan tersebut disampaikan seiring meluasnya sebaran abu vulkanik Anak Krakatau ke sejumlah wilayah. Masyarakat di daerah terdampak diminta tetap mengikuti informasi dan arahan dari instansi terkait sembari membatasi aktivitas di luar ruangan bila tidak diperlukan. (*)