MAKASSAR – Jejak sindikat narkoba jaringan Malaysia berlogo Joker berujung pada tujuh orang tersangka. Dari rangkaian pengungkapan di sejumlah wilayah, polisi menyita total 9 kilogram sabu dan 10.255 butir pil ekstasi.
Kasus tersebut diungkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar setelah melakukan pengembangan sejak menemukan barang bukti sabu di Jalan Barawaja, Kota Makassar, Sabtu (20/6). Penelusuran kemudian berkembang ke lima lokasi berbeda hingga akhirnya mengarah kepada para tersangka yang disebut masih berada dalam satu jaringan.
“Kami Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mengungkap kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti 9 kilogram sabu dan 10.255 butir ekstasi. Total tersangka yang diamankan ada 7 orang,” ujar Lulik kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Lulik, para tersangka merupakan bagian dari jaringan peredaran sabu yang terhubung dengan bandar asal Malaysia. Jaringan tersebut dikenal polisi dengan sebutan Joker Malaysia, merujuk pada ciri kemasan narkoba yang digunakan.
“Jadi jaringan ini merupakan jaringan Joker Malaysia. Mereka menggunakan pembungkus berwarna hitam berlogo gambar wajah joker untuk sabu yang akan diedarkannya,” beber Lulik.
Dari hasil penyelidikan, jaringan tersebut tidak hanya menyasar satu wilayah. Polisi mendapati adanya pengiriman narkoba ke empat kota di Indonesia, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
Rangkaian pengungkapan kemudian melebar ke beberapa daerah. Polisi melakukan penindakan di Kota Makassar, Kabupaten Pinrang, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan hingga Depok.
Meski ditangkap di lokasi berbeda, tujuh tersangka tersebut diketahui saling berkaitan dan berada dalam satu jaringan peredaran narkotika.
“Barang bukti sabu dan ekstasi yang kami dapat ini merupakan akumulasi dari pengungkapan dan penangkapan yang dilakukan di Kota Makassar, Kabupaten Pinrang, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan dan di Depok,” pungkasnya.
Polisi kini masih mendalami peran masing-masing tersangka serta jalur distribusi narkoba tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. (*)






