Sebanyak 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diduga Keracunan MBG

REMBANG — Pemerintah Kabupaten Rembang menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan selama 20 hari. Keputusan tersebut diambil setelah ratusan warga SMAN 1 Lasem diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 777 orang yang terdiri dari 752 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya diare dan muntah-muntah. Gejala tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi menu MBG pada Kamis (3/9/2026) pagi.

Bupati Rembang Harno mengatakan penghentian sementara terhadap penyedia makanan dilakukan sebagai langkah evaluasi sekaligus tindak lanjut atas kejadian tersebut.

“Penyedia disuspensi atau diberhentikan sementara selama 20 hari ke depan sebagai bagian dari bentuk evaluasi,” kata Bupati Rembang Harno saat menjenguk sejumlah siswa keracunan yang menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Sabtu (5/9/2026).

Suspensi tersebut telah diberlakukan sejak Jumat (4/9/2026). Selama masa penghentian, pemerintah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait akan mengevaluasi proses penyediaan hingga distribusi makanan.

Harno turut menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan pihak keluarga atas insiden tersebut. Ia memastikan biaya pengobatan bagi korban menjadi tanggung jawab pemerintah melalui BPJS.

“Kami akan mengevaluasi semuanya bersama pihak kepolisian dan instansi terkait. SOP penanganan barang masuk harus benar-benar steril dan diperhatikan,” tegasnya.

Kunjungan Harno ke Puskesmas Lasem dilakukan untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus memperoleh data terbaru mengenai jumlah pasien. Ia juga berdialog dengan orang tua siswa guna mengetahui perkembangan kondisi anak-anak mereka.

Pemkab Rembang selanjutnya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prosedur operasional SPPG. Pengawasan terhadap bahan pangan yang masuk ke dapur penyedia makanan juga akan diperketat guna mengantisipasi terjadinya kasus serupa.

Selain itu, pemerintah daerah berencana mengadakan rapat koordinasi secara berkala, setidaknya satu kali dalam sebulan. Koordinasi dengan penyedia makanan juga telah dilakukan, termasuk menyangkut pemilihan menu yang akan diberikan kepada penerima MBG.

“Tadi pagi saya sudah mengingatkan via pesan singkat agar menghindari menu buah yang mudah busuk dan memilih opsi yang lebih aman,” ungkapnya.

BPOM Lakukan Penelusuran

Sementara itu, tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Grobogan yang memiliki wilayah kerja Rembang telah turun ke lapangan. Pemeriksaan dilakukan di SPPG serta fasilitas kesehatan tempat korban mendapatkan perawatan.

Perwakilan BPOM Grobogan, Stefi, mengatakan pihaknya juga melakukan penelusuran epidemiologis untuk mencari kemungkinan sumber penyebab munculnya gejala keracunan.

“Kami sudah melakukan inspeksi di SPPG dan menjenguk pasien di puskesmas. Hari ini kami melanjutkan penelusuran epidemiologis di SMAN 1 Lasem serta mengambil sampel makanan menu tanggal 2 September untuk diuji di Balai Besar Labkesmas Semarang,” papar Stefi.

Sampel makanan tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kandungan atau mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Stefi mengatakan hasil pemeriksaan belum dapat dipastikan kapan akan keluar karena harus melalui tahapan analisis mikrobiologi sesuai prosedur.

Hingga Sabtu siang, 11 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Jumlah pasien yang menjalani rawat inap bertambah dua orang setelah adanya tambahan pasien pada Jumat sore hingga malam.

Meski demikian, sejumlah siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan diperkirakan sudah dapat menjalani pengobatan secara rawat jalan pada Sabtu.

Insiden tersebut sebelumnya sempat membuat fasilitas toilet SMAN 1 Lasem kewalahan akibat banyak siswa mengalami gejala diare dan muntah secara bersamaan. Pihak sekolah kemudian mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa lebih awal dan membawa belasan korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemerintah daerah kini masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran dari pihak terkait untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG juga menjadi bagian dari langkah Pemkab Rembang untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Sponsored · Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis