Busur dan Petasan Bersahutan di Pasar Senggol Makassar, Polisi Turun Tangan

Anggota Polisi yang berjaga di lokasi kejadian.

MAKASSAR โ€” Jalan Opu Daeng Risadju, tepat di depan Pasar Senggol, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, mendadak berubah tegang pada Minggu (30/8/2026). Keributan melibatkan kelompok pemuda dan kelompok pengendara motor yang diduga geng motor.

Aksi saling serang pecah di jalan raya. Batu, petasan, hingga anak panah atau busur disebut digunakan dalam keributan tersebut. Situasi kemudian ditangani personel Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar, membenarkan adanya keributan tersebut. Polisi, kata dia, langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai aksi saling serang antarkelompok.

“Benar, anggota Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso telah mendatangi lokasi dan mengamankan situasi setelah terjadi keributan antarkelompok pemuda dengan kelompok pengendara motor,” ujar Jaffar kepada wartawan, Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima polisi, keributan bermula ketika rombongan pengendara motor datang dari arah Jalan Kakatua menuju Jalan Opu Daeng Risadju. Rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 unit sepeda motor itu sempat berhenti di depan sebuah SPBU sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pasar Senggol.

“Kelompok pengendara motor sekitar 50 unit berboncengan datang dari arah Jalan Kakatua sempat singgah di depan SPBU kemudian menuju Pasar Senggol,” kata Jaffar.

Setibanya di sekitar Pasar Senggol, kelompok pengendara motor tersebut diduga melakukan penyerangan menggunakan petasan dan anak panah atau busur. Aksi itu kemudian mendapat perlawanan dari pemuda yang berada di kawasan pasar.

Benturan dua kelompok pun terjadi. Saling lempar batu, petasan, dan anak panah berlangsung hingga kelompok pengendara motor terdorong keluar dari area Pasar Senggol menuju Jalan Opu Daeng Risadju.

“Pemuda Pasar Senggol melakukan perlawanan dan memukul mundur para pelaku. Mereka saling melempar batu, petasan, dan anak panah,” jelas Jaffar.

Video yang beredar memperlihatkan puluhan pengendara motor terlibat dalam aksi penyerangan ke arah warga di sekitar Pasar Senggol. Dalam rekaman tersebut tampak penggunaan busur, batu, dan petasan sebelum warga memberikan perlawanan.

Mendapatkan informasi mengenai kejadian itu, personel Jatanras Polrestabes Makassar bergerak membubarkan kelompok yang terlibat. Personel Sat Samapta dan Sat Intelkam Polrestabes Makassar kemudian turut tiba di lokasi untuk membantu mengendalikan situasi.

Polisi memastikan kondisi di lokasi akhirnya kembali terkendali. Meski demikian, personel masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi susulan.

“Dari kejadian tersebut, situasi sudah aman dan kondusif. Personel juga masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan,” pungkas Jaffar.

Hingga Minggu malam, polisi masih melakukan pemantauan di sekitar kawasan Pasar Senggol dan Jalan Opu Daeng Risadju. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman setelah keributan yang sempat membuat suasana jalan raya di kawasan itu memanas. (*)

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis