GOWA โ Pemadaman listrik terjadi di sejumlah wilayah yang masuk dalam layanan PLN ULP Sungguminasa, Senin (31/8/2026). Kondisi tersebut terjadi akibat pengaturan beban menyusul pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan.
Pemadaman berdampak pada sebagian pelanggan dalam sistem kelistrikan pengaturan beban dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus mencegah dampak pemeliharaan meluas.
Manager PLN ULP Sungguminasa, Hasbi, menjelaskan pengurangan pasokan tersebut merupakan bagian dari langkah PLN selama proses pemeliharaan berlangsung.
โYth. pelanggan PLN ULP Sungguminasa. Saat ini dilakukan pengaturan beban akibat adanya pemeliharaan pada infrastruktur ketenagalistrikan. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sebagian pelanggan di sistem kelistrikan Sulbagsel,โ kata Hasbi.
Menurut Hasbi, PLN tetap berupaya menangani laporan dan pengaduan pelanggan secepat mungkin. Pengaturan beban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan sistem dan mencegah dampak pemeliharaan meluas.
โGuna menjaga kestabilan sistem serta mencegah meluasnya dampak pemeliharaan tersebut, PLN melakukan pengaturan beban dengan estimasi durasi manajemen beban sekitar dua jam, menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan,โ ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pelanggan di wilayah terdampak diperkirakan mengalami pemadaman listrik atau pengurangan pasokan selama proses pengaturan beban berlangsung. Durasi sekitar dua jam tersebut masih dapat berubah bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.
Hasbi menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses tersebut.
โPLN berkomitmen untuk menangani seluruh laporan pengaduan pelanggan secepat mungkin. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,โ tuturnya.
Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi PLN Call Center 123 maupun menggunakan aplikasi PLN Mobile.
Kedua kanal tersebut dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kelistrikan dan perkembangan penanganan di wilayah terdampak. (*)






