News  

Pernah Swasembada, Kini 90 Persen Bawang Putih Indonesia Masih Bergantung Impor

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat panen raya bawang putih di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu (19/8/2026).
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat panen raya bawang putih di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Rabu (19/8/2026).

LOMBOK TIMUR โ€” Dari lereng Sembalun, harapan untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan bawang putih dari tanah sendiri kembali ditanam.

Hamparan bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi saksi upaya pemerintah mengejar kembali swasembada komoditas yang selama puluhan tahun masih banyak bergantung pada pasokan luar negeri.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto hadir dalam panen raya bawang putih tersebut bersama sejumlah pejabat pemerintah, Rabu (19/8/2026).

Titiek memberikan apresiasi terhadap langkah Polri dan Kementerian Pertanian yang mendorong percepatan swasembada melalui perluasan lahan tanam sekaligus melibatkan para petani.

โ€œKami apresiasi Polri khususnya Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Polri. Termasuk juga ke Menteri Pertanian yang telah berhasil swasembada berbagai produk pangan,โ€ kata Titiek.

Menurutnya, kegiatan tanam hingga panen bawang putih bukan sekadar rutinitas pertanian. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komisi IV DPR RI, kata Titiek, akan menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar agenda swasembada tidak berhenti sebagai program sesaat.

โ€œKegiatan tanam dan panen bawang putih merupakan bukti nyata dalam upaya mendukung agenda strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan,โ€ ujarnya.

Pernah Berjaya, Kini Bergantung Impor

Ada ironi di balik panen raya tersebut.

Indonesia pernah mencatat sejarah sebagai negara yang mampu mencapai swasembada bawang putih pada 1994. Namun, kondisi itu perlahan berubah. Kini sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi dari impor.

Titiek pun mempertanyakan kondisi tersebut.

โ€œKita pernah swasembada, kenapa sekarang tidak mampu lagi swasembada,โ€ katanya.

Menurut dia, mengembalikan swasembada bawang putih bukan pekerjaan satu kementerian atau satu institusi. Pemerintah, aparat, petani, pelaku usaha hingga seluruh pemangku kepentingan harus mengambil bagian sesuai perannya.

โ€œYang paling penting adalah kondisi sesuai dengan janji Presiden. Swasembada ini tidak bisa dilakukan satu pihak tapi perlu keterlibatan semua pihak sesuai peran masing-masing,โ€ ujar Titiek.

2.593 Hektare Lahan Mulai Disiapkan

Upaya mengejar ketertinggalan itu mulai dibangun dari lahan-lahan pertanian di berbagai daerah.

Polri bersama sejumlah pihak telah memverifikasi potensi lahan seluas 2.593 hektare yang tersebar di 17 Polda.

Program tersebut melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.

Dari total lahan yang tersedia, sebanyak 927,6 hektare telah ditanami dengan proyeksi produksi mencapai 9.276 ton bawang putih.

Pada Rabu (19/8/2026), penanaman bawang putih juga dilakukan secara serentak di 14 Polda dengan luas lahan mencapai 279,5 hektare.

Lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih yang ditargetkan dapat dipanen pada kuartal IV 2026.

Sementara tiga Polda lainnya akan melakukan penanaman dengan menyesuaikan kondisi serta masa tanam di wilayah masing-masing.

Panen raya di Sembalun turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Bulog Rizal Ramdhani, serta Kapolda NTB Irjen Polisi Kalingga Rendra Raharja.

Bagi Titiek, swasembada bukan sekadar angka produksi.

Ada kemandirian yang ingin dikembalikan: ketika kebutuhan pangan rakyat bisa dipenuhi dari tanah sendiri, oleh petani sendiri, tanpa terus menggantungkan diri pada pasokan dari negeri lain.

Sembalun menjadi salah satu titik awal dari ikhtiar panjang itu.

Dari tanah yang subur, bawang putih ditanam. Dari tangan petani, harapan dirawat. Dan dari panen hari ini, mimpi tentang Indonesia yang kembali berswasembada mulai coba diwujudkan. (*)

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis

Wartawan: Andi, Editor: Andi