JAKARTA โ Pagi ini di Jakarta terasa berbeda. Dari kawasan Monumen Nasional (Monas), kereta kencana Garuda Prabayaksa perlahan bergerak menuju Istana Merdeka, membawa dua benda yang menjadi simbol perjalanan panjang bangsa: bendera pusaka dan teks Proklamasi.
Kirab Merah Putih itu berlangsung Senin pagi, menjelang pelaksanaan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Di atas kereta kencana, Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025 Bianca Sultana Najwa membawa bendera pusaka. Siswi SMAN 82 Jakarta itu menjalankan tugas bersama Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar, yang dipercaya membawa teks Proklamasi.
Keduanya menjadi bagian dari prosesi yang bukan sekadar perjalanan dari Monas menuju Istana Merdeka. Di sepanjang kirab, bendera pusaka dan teks Proklamasi dibawa sebagai simbol yang menghubungkan sejarah perjuangan bangsa dengan generasi penerusnya.
Kereta kencana Garuda Prabayaksa tampil menjadi pusat perhatian. Kereta tersebut dibuat khusus di Sleman, Yogyakarta, untuk peringatan HUT ke-80 RI pada 2025.
Nama Garuda Prabayaksa berasal dari kata “praba” dan “yaksa” yang bermakna cahaya besar atau cahaya terang. Nama itu seolah menggambarkan semangat kemerdekaan yang terus menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Perjalanan menuju Istana Merdeka berlangsung dengan pengawalan ketat. Sebanyak 45 pasukan motor kawal Polisi Militer dan drum corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian mengiringi kirab tersebut.
Pengawalan juga melibatkan 114 personel Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe dan 78 pasukan Kerajaan Nusantara.
Sebelum diberangkatkan, bendera pusaka dan teks Proklamasi terlebih dahulu diserahkan dalam prosesi di Ruang Kemerdekaan Monas. Setelah itu, keduanya dibawa menuju Istana Merdeka untuk menjadi bagian dari rangkaian upacara kemerdekaan.
Kirab tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Di sisi lain, semangat warga untuk menyambut hari kemerdekaan juga terlihat sejak dini hari. Sejumlah masyarakat rela datang lebih awal dan mengantre sejak subuh demi menyaksikan langsung peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka.
Di antara hiruk-pikuk Jakarta, pagi itu dua simbol sejarah bangsa bergerak perlahan menuju Istana. Bendera pusaka dan teks Proklamasi kembali dihadirkan, mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana generasi hari ini menjaganya. (*)
Wartawan: Andi, Editor: Andi






