Dua Hari Pencarian, Bocah 6 Tahun yang Tenggelam di Makassar Ditemukan Meninggal

Journalist Independent
Bocah di Makassar Tenggelam Meninggal
Bocah di Makassar meninggal dunia akibat tenggelam di Kanal Sinrijala. (dok. Journalist Independent)

Berdasarkan kesaksian beberapa anak di sekitar pemukiman, korban sempat terlihat bermain di area jembatan dekat Kanal Sinrijala. Kendati demikian, belum ada saksi mata dewasa yang melihat secara pasti detik-detik korban terjatuh atau masuk ke dalam air.

“Ada anak-anak yang menyampaikan melihat korban turun berenang, tetapi itu baru keterangan anak kecil. Belum ada orang dewasa yang memastikan korban masuk ke kanal,” jelas Ekhy.

Upaya melacak keberadaan Rizqia juga dilakukan lewat pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute korban melangkah. Sayangnya, hingga Minggu malam, rekaman visual belum memberikan petunjuk terang terkait arah hilangnya bocah malang tersebut.

Kondisi Khusus Korban Jadi Perhatian Khusus Tim SAR

Pencarian Rizqia memerlukan perhatian ekstra. Pasalnya, korban diketahui memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi (anak dengan autisme). Kondisi ini membuat tim di lapangan berpacu dengan waktu, berharap korban dapat ditemukan secepatnya dalam keadaan selamat.

“Dia itu anak dengan spektrum autisme dan belum bisa berkomunikasi secara verbal,” tambah Ekhy.

Penyisiran skala besar pun digelar oleh Tim SAR gabungan dari BPBD Makassar, Damkar, hingga aparat kepolisian dengan menyusuri aliran Kanal Sinrijala hingga pukul 21.40 WITA, Ahad malam.

“Untuk pencarian malam ini dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang, dan akan dilanjutkan kembali besok pagi,” ujar personel BPBD Makassar, Asdar. (na)