Antrean Solar di Makassar Meluber ke Jalan Pettarani, Pertamina Siapkan 4 Klaster SPBU

Journalist Independent
Sejumlah truk yang sedang antre solar tampak memakan sebagian bahu Jalan Pettarani, Kota Makassar.
Sejumlah truk yang sedang antre solar tampak memakan sebagian bahu Jalan Pettarani, Kota Makassar. (Journalist Independent)

Journalist Independent, MAKASSAR – Antrean truk dan bus untuk mendapatkan solar bersubsidi kembali menjadi persoalan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kendaraan bertonase besar bahkan harus menunggu di tepi jalan hingga memanfaatkan area di bawah jalan layang, sementara Pertamina memastikan stok dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih aman.

Kondisi tersebut terlihat di sepanjang Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu, 14 Oktober 2026.

Antrean kendaraan niaga di depan SPBU membuat sebagian badan jalan digunakan sebagai tempat menunggu giliran pengisian bahan bakar.

Di SPBU Pertamina 74.902.31, sejumlah truk pengangkut barang hingga kendaraan kontainer terlihat berderet sebelum memasuki area pengisian.

Antrean memanjang ke jalan dan menggunakan satu lajur, termasuk di kawasan bawah jalan layang AP Pettarani.

Situasi serupa terlihat di SPBU Pertamina 73.902.02 yang berada di ruas jalan yang sama. Truk dan bus mengantre sekitar 100 meter sebelum pintu masuk SPBU, dengan sebagian kendaraan mengambil satu lajur jalan menuju Jalan Sultan Alauddin.

Meski antrean kendaraan besar cukup panjang, arus lalu lintas di kedua lokasi tersebut masih terpantau lancar.

Di salah satu SPBU, sejumlah mobil juga terlihat menunggu giliran dan diarahkan oleh petugas, sedangkan area pengisian di SPBU lainnya tampak relatif lengang.

Pemandangan ini memperlihatkan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan bahan bakar, tetapi juga keterbatasan ruang pelayanan di tengah aktivitas distribusi barang yang membutuhkan kendaraan berukuran besar.

Pertamina Pastikan Solar Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan antrean panjang di sejumlah SPBU Makassar bukan disebabkan kelangkaan solar. Persediaan di terminal BBM maupun SPBU disebut masih mencukupi, meskipun permintaan di lapangan meningkat.

Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar, Muhammad Yoga Prabowo, menjelaskan bahwa antrean dipengaruhi sejumlah faktor, terutama meningkatnya kebutuhan kendaraan logistik dan karakteristik SPBU yang memiliki lahan terbatas.

“Secara stok maupun pasokan dari terminal dan SPBU aman,” kata Yoga setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Yoga, kendaraan besar membutuhkan ruang lebih luas saat memasuki area pengisian maupun ketika menunggu giliran.

Ketika beberapa truk datang bersamaan, antrean berpotensi meluas hingga ke jalan, terutama pada SPBU yang tidak memiliki tempat penampungan kendaraan memadai.

Karena itu, persoalan antrean tidak cukup ditangani dengan memastikan ketersediaan BBM. Pengaturan lokasi pengisian dan pemisahan pelayanan berdasarkan karakteristik kendaraan juga diperlukan agar antrean tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kondisi di Jalan AP Pettarani menjadi salah satu gambaran dampak ketika kendaraan logistik harus menunggu di luar area SPBU. Walaupun lalu lintas masih berjalan, penggunaan satu lajur untuk antrean dapat menjadi persoalan apabila jumlah kendaraan terus bertambah.

Peralihan Konsumen

Selain kebutuhan sektor logistik, Pertamina tengah menganalisis kemungkinan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke solar bersubsidi. Perbedaan harga kedua jenis BBM diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan konsumen.

Yoga menyebut sebagian pengguna yang sebelumnya memakai Pertamina Dex diduga mulai beralih ke solar bersubsidi. Pertamina juga menemukan kendaraan pribadi dalam antrean, sehingga perubahan pola konsumsi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Ada peralihan konsumen dari nonsubsidi ke subsidi yang sedang kami analisis,” ujarnya.

Dugaan tersebut belum disertai angka pasti mengenai jumlah konsumen yang beralih maupun besarnya tambahan permintaan yang ditimbulkan. Karena itu, pengaruh pergeseran penggunaan BBM tersebut masih perlu dipastikan melalui analisis lebih lanjut.

Perbedaan harga dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna kendaraan dalam memilih bahan bakar.

Namun, solar bersubsidi diperuntukkan bagi konsumen yang memenuhi ketentuan, sehingga peningkatan permintaan juga perlu diimbangi dengan pengawasan penyaluran agar BBM tepat sasaran.

Bagi Makassar, yang menjadi salah satu pusat pergerakan barang di Sulawesi Selatan, kelancaran pengisian solar memiliki kaitan langsung dengan aktivitas angkutan dan distribusi.

Antrean yang terlalu panjang berpotensi memperlambat perjalanan kendaraan logistik sekaligus menambah kepadatan di sekitar SPBU.

Pertamina menyatakan kondisi pasokan masih aman. Tantangan yang kini dihadapi adalah memastikan distribusi dan pelayanan mampu mengikuti kebutuhan di lapangan tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas.

Empat Klaster Disiapkan

Untuk mengurangi penumpukan kendaraan, Pertamina bersama Pemkot Makassar membahas pembagian SPBU ke dalam empat klaster pelayanan, yakni Pelabuhan, Perintis, Pettarani, dan kawasan dalam kota.

Skema ini dirancang agar kendaraan logistik dapat diarahkan ke SPBU yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.

Klaster Pelabuhan akan diprioritaskan untuk kendaraan angkutan barang, sedangkan kawasan Perintis dan Pettarani turut difokuskan pada pelayanan solar.

Sementara itu, SPBU di kawasan dalam kota akan diarahkan untuk melayani kendaraan pribadi dengan pengaturan yang menyesuaikan kondisi masing-masing lokasi. Pemisahan tersebut diharapkan mengurangi percampuran antrean truk, bus, dan mobil pribadi di satu tempat.

” Kendaraan besar bisa difokuskan mengisi di klaster tertentu, seperti Pelabuhan, Perintis, maupun Pettarani,” jelas Yoga.

Rencana klasterisasi tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mengatasi antrean.

Namun, efektivitasnya akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan, termasuk kejelasan lokasi pengisian bagi setiap jenis kendaraan dan kepatuhan pengguna terhadap pengaturan yang diterapkan.

Dengan antrean yang sempat meluber ke Jalan AP Pettarani, pengaturan pelayanan diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus mengurangi penggunaan badan jalan sebagai tempat menunggu pengisian solar. (*)