PAN Sulsel Bidik Kebangkitan, Ashabul Kahfi Targetkan 10 Kursi DPRD dan 5 Kursi DPR RI

Journalist Independent
Ashabul Kahfi kembali memimpin PAN Sulsel untuk periode 2026-2031. Konsolidasi 24 kabupaten/kota menjadi modal awal mengejar target besar menuju Pemilu 2029.
Ashabul Kahfi kembali memimpin PAN Sulsel untuk periode 2026-2031. Konsolidasi 24 kabupaten/kota menjadi modal awal mengejar target besar menuju Pemilu 2029.

MAKASSAR – PAN Sulawesi Selatan mulai memasang target besar untuk mengembalikan kekuatan politiknya menjelang Pemilu 2029. Setelah kembali dipercaya memimpin DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi langsung dihadapkan pada pekerjaan besar untuk mendongkrak perolehan kursi di tingkat provinsi hingga DPR RI.

Ashabul Kahfi dilantik sebagai Ketua DPW PAN Sulsel periode 2026-2031 oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).

Zulkifli Hasan meminta PAN Sulsel tidak sekadar mempertahankan perolehan kursi yang ada. Ia menargetkan jumlah kursi DPR RI dari Sulsel meningkat dua kali lipat pada Pemilu 2029.

“Sulsel targetnya enam kursi. Kita harus kembalikan kejayaan PAN di Sulsel,” kata Zulhas.

Saat ini PAN Sulsel memiliki tiga kursi DPR RI. Namun, Kahfi memasang target yang sedikit berbeda dengan target DPP, yakni lima kursi dari tiga daerah pemilihan di Sulsel.

Rinciannya, PAN membidik dua kursi dari Dapil Sulsel I, dua kursi dari Dapil Sulsel II dan satu kursi dari Dapil Sulsel III.

“Kita bukan hanya menargetkan, tapi ini harus kita raih,” ujar Kahfi.

Di tingkat provinsi, Kahfi juga ingin mengakhiri penurunan jumlah kursi PAN di DPRD Sulsel. Ia menargetkan partainya mampu meraih sedikitnya 10 kursi dari 11 daerah pemilihan.

Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembalikan posisi PAN sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.

Kahfi mengakui penurunan kursi di DPRD Sulsel menjadi pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan. Pengalaman sebagai pimpinan DPRD Sulsel selama tiga periode menjadi salah satu alasan dirinya menjadikan pemulihan kekuatan partai di tingkat provinsi sebagai target pribadi.

“Saya pernah menjadi pimpinan DPRD tiga periode. Ini akan saya tebus,” katanya.

Kahfi optimistis peluang tersebut terbuka setelah PAN Sulsel mendapatkan tambahan sejumlah tokoh dan kader. Beberapa di antaranya disebut berasal dari kalangan pimpinan partai politik, dua ketua DPD, hingga Wakil Wali Kota Parepare Hermanto.

Masuknya tokoh-tokoh baru itu diharapkan memperkuat basis PAN di sejumlah daerah pemilihan sekaligus menambah daya saing partai pada Pemilu 2029.

Untuk menopang target tersebut, Kahfi menyebut konsolidasi organisasi di 24 kabupaten/kota telah dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Plt Ketua DPW PAN Sulsel selama setahun terakhir.

Konsolidasi melalui musyawarah daerah hingga pembentukan relawan telah dilakukan. Setelah pelantikan definitif, PAN Sulsel akan mengalihkan perhatian pada pembenahan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.

“Kami akan membenahi infrastruktur partai di tingkat ranting dan desa,” ucap Kahfi.

Selain struktur, kaderisasi menjadi agenda penting berikutnya. Kahfi ingin PAN kembali memperkuat proses pengaderan agar basis partai tidak hanya bergantung pada figur politik yang sudah memiliki elektabilitas.

Menurut dia, kaderisasi dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman dan ideologi partai di seluruh tingkatan kepengurusan.

Kepengurusan baru PAN Sulsel juga diperkuat dengan pengukuhan pengurus DPD PAN di 24 kabupaten/kota. Agenda tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan pengurus DPW PUAN Sulsel oleh Ketua Umum DPP PUAN Farah Puteri Nahlia.

Dengan struktur baru tersebut, PAN Sulsel kini memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk membuktikan target politik yang telah dicanangkan.

Tantangannya bukan hanya menambah kursi di Senayan, tetapi juga mengembalikan posisi partai di DPRD Sulsel.

Jika target Kahfi tercapai, PAN Sulsel berpeluang mengubah peta kekuatannya dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat pada Pemilu 2029. (*)