SULSEL  

Udara Makassar Sangat Tidak Sehat, Disdik Sulsel Belum Putuskan Sekolah Daring

Journalist Independent
Kondisi kualitas udara di Kota Makassar.
Kondisi kualitas udara di Kota Makassar.

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) belum memutuskan penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau sekolah online di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah. Padahal, kualitas udara di Kota Makassar dilaporkan telah masuk kategori sangat tidak sehat.

Kepala Disdik Sulsel, Andi Iqbal Nadjamuddin, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan kondisi udara dan menampung laporan dari kepala sekolah serta cabang dinas di masing-masing wilayah sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, penerapan sekolah daring tetap menjadi salah satu opsi apabila kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan peserta didik. Namun, kebijakan tersebut belum akan diberlakukan secara menyeluruh karena kondisi setiap daerah bisa berbeda.

“Mungkin dalam keadaan kondisi yang membahayakan, nanti kita bisa menerapkan sekolah daring. Tapi, itu kita lihat kondisi masing-masing,” kata Iqbal kepada wartawan, di Makassar, Rabu (14/10/2026).

Iqbal menjelaskan, pihaknya meminta seluruh kepala sekolah dan cabang dinas pendidikan wilayah untuk terus menyampaikan laporan mengenai kondisi terkini di lingkungan sekolah. Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah yang perlu diambil untuk melindungi peserta didik.

“Semua kepala sekolah, cabang wilayah itu melaporkan kondisi-kondisi yang ada di lapangan semua,” ungkapnya.

Dengan mekanisme tersebut, Disdik Sulsel akan melihat perkembangan kondisi di masing-masing wilayah sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka masih dapat dilaksanakan atau perlu dialihkan menjadi daring.

Meski demikian, hingga Rabu (14/10/2026), belum ada keputusan resmi mengenai penerapan sekolah daring akibat memburuknya kualitas udara. Artinya, kegiatan belajar mengajar masih menunggu hasil pemantauan dan evaluasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Di tengah kondisi tersebut, Disdik Sulsel meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap dan polusi udara, terutama bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap hari.

Iqbal mengatakan, pihaknya telah mengimbau seluruh sekolah agar peserta didik menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kita sudah sampaikan ke semua sekolah. Saya sampaikan dengan kepala sekolah untuk memperhatikan sekolah-sekolahnya yang mungkin bisa berdampak dengan adanya asap ini. Jadi, kita minta semua untuk pakai masker di sekolah, semua anak-anak,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan Disdik Sulsel sembari menunggu perkembangan kondisi udara dan laporan dari sekolah. Namun, efektivitas langkah perlindungan di lingkungan pendidikan juga bergantung pada tingkat paparan polusi yang dialami peserta didik serta kondisi di masing-masing daerah.

Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat