Menanggapi video yang beredar mengenai penundaan perjalanan umrah, dapat kami sampaikan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler.
“Perlu kami sampaikan bahwa pada hari ini tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan stakeholder terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan informasi mengenai operasional penerbangan tersampaikan secara akurat kepada masyarakat,” jelasnya.
Ruly mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan.
“Masyarakat juga diharapkan merujuk pada kanal informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung penyampaian informasi yang jelas dan tepat kepada pengguna jasa bandara,” lanjutnya.
Pihaknya kata Ruly, memahami bahwa perjalanan umrah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah. Oleh karena itu, ia berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman dan para jemaah dapat menjalankan perjalanan ibadah dengan tenang.
“Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mengikuti perkembangan situasi dan memberikan dukungan pelayanan sesuai dengan kewenangan serta prosedur yang berlaku,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail membenarkan adanya jemaah umrah yang mengalami pembatalan keberangkatan.
Pihaknya akan menjadwalkan ulang pemberangkatan jemaah umrah yang batal berangkat. “Nanti otomatis dijadwal ulang itu,” ucap Ikbal. (lam)






