Kemenhaj di Tengah Situasi Timur Tengah: Keselamatan Paling Utama

Journalist Independent
Makkah, Arab Saudi. (dok. Kemenhaj)

Kemenhaj turut mengimbau masyarakat untuk memantau informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.

Kemenhaj menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Seluruh masyarakat, khususnya jemaah umrah, diminta mengutamakan keselamatan, menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan, dan mengikuti arahan otoritas setempat selama situasi keamanan masih berkembang.

53 Jemaah Umrah di Makassar Gagal Berangkat

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyebut sebanyak 53 jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah batal berangkat ke Tanah Suci. Penundaan tersebut kata dia, berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah.

Ruly bilang, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus memantau perkembangan informasi serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.

“Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci,” kata Ruly dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026).