JAKARTA โ Target swasembada gula nasional masih menyisakan pekerjaan besar di lahan tebu rakyat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut 86 persen plasma tebu rakyat belum dibongkar, kondisi yang menurutnya perlu segera ditangani untuk mengerek produktivitas dan menekan ketergantungan terhadap impor gula.
Amran mengatakan pemerintah telah mendapat perintah dari Presiden untuk menyiapkan anggaran guna membongkar dan memperbarui tanaman tebu plasma yang dinilai sudah tidak lagi optimal.
โMudah-mudahan kita tidak impor white sugar. Caranya, ada 86 persen plasma tebu rakyat tidak dibongkar, sehingga Bapak Presiden perintahkan kami diberi anggaran untuk membongkar plasma ini,โ kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau perkebunan tebu Sugar Group Companies (SGC) di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi perkebunan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas tebu nasional.
Bagi pemerintah, persoalan produktivitas menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pasokan gula dalam negeri. Lahan yang dikelola dengan produktivitas rendah akan membuat kebutuhan bahan baku gula sulit mengejar permintaan nasional.
Amran juga mengapresiasi kontribusi SGC terhadap perekonomian daerah, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja. Ia menyebut perusahaan tersebut memiliki sekitar 40 ribu pegawai.
โBapak sudah berbuat untuk negara, pegawainya total 40 ribu,โ ujar Amran saat meninjau perkebunan tebu milik SGC.
Menurut Amran, keberadaan perusahaan dengan skala usaha besar tidak hanya berkaitan dengan produksi gula. Aktivitas perkebunan dan industri juga ikut menggerakkan perekonomian serta membuka lapangan pekerjaan di daerah.
Karena itu, pemerintah mendorong perusahaan gula nasional untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kerja sama dengan petani tebu rakyat. Optimalisasi lahan menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menambah pasokan bahan baku industri gula.
Amran menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan petani menjadi bagian penting untuk mencapai target produksi gula nasional. Pemerintah juga mendorong pengembangan perkebunan tebu rakyat agar kontribusinya terhadap produksi nasional semakin besar.
Dukungan tersebut, kata Amran, juga diarahkan kepada SGC dan perusahaan gula lainnya agar mampu meningkatkan produktivitas hingga mendekati target yang ditetapkan pemerintah.
โKita support supaya produksinya tinggi. Mudah-mudahan bisa tercapai 100 ton per hektare,โ kata Amran.
Target produktivitas 100 ton per hektare tersebut menjadi salah satu gambaran ambisi pemerintah dalam memperkuat industri gula nasional. Dengan produktivitas lahan yang meningkat, pasokan tebu diharapkan ikut bertambah sehingga kebutuhan gula dalam negeri dapat dipenuhi dengan produksi nasional.
Pemerintah sendiri menargetkan produksi gula nasional mencapai 3 juta ton. Untuk mengejar angka tersebut, pembenahan perkebunan tebu rakyat dan peningkatan produktivitas lahan menjadi pekerjaan yang tidak bisa dilepaskan dari upaya mencapai swasembada.
Kunjungan Amran ke Lampung sekaligus memperlihatkan bahwa peningkatan produksi gula tidak hanya bergantung pada perluasan lahan. Kondisi tanaman, produktivitas per hektare dan keterlibatan petani menjadi bagian penting dalam memastikan bahan baku industri gula tetap tersedia.
Dengan pembongkaran plasma yang disebut mencapai 86 persen tersebut, pemerintah berharap produktivitas tebu dapat meningkat dan produksi gula nasional bergerak menuju target yang telah ditetapkan. (*)




