GOWA โ Kobaran api yang membakar kawasan hutan pinus Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil dipadamkan setelah hampir empat jam membuat petugas dan masyarakat berjibaku di tengah kawasan hutan, Rabu (19/8/2026) malam.
Api mulai ditangani tim gabungan sekitar pukul 17.40 Wita. Setelah berjibaku selama sekitar 3 jam 50 menit, kobaran api dinyatakan padam pada pukul 21.30 Wita.
Namun, padamnya api belum membuat petugas meninggalkan lokasi. Tim gabungan bersama masyarakat masih bertahan di kawasan hutan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala atau titik api baru yang muncul.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa, Wahyuddin, membenarkan kebakaran tersebut telah berhasil dikendalikan.
โMulai ini pak jam 21.30, tapi tim terpadu dan masyarakat masih tetap melakukan pemantauan di titik api dan berjaga-jaga, semoga tidak ada lagi titik api lainnya,โ kata Wahyuddin.
Penanganan kebakaran melibatkan ratusan personel. Mereka berasal dari berbagai unsur yang bergerak bersama untuk mengepung dan memadamkan kobaran api di kawasan hutan pinus tersebut.
โPersonel dan masyarakat ratusan pak yang terjun. Manggala Agni, Damkar kelurahan, Damkar Gowa, TNI-Polri, sisanya alat pompa gendong, dan alat lainnya,โ ujar Wahyuddin.
Medan kawasan hutan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Petugas menggunakan berbagai peralatan, termasuk pompa gendong, untuk menjangkau titik-titik api yang berada di antara vegetasi hutan.
Sebelumnya, saat kebakaran masih berlangsung, BPBD Gowa menyebut tim terpadu terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
โSampai sekarang masih proses pemadaman oleh tim terpadu,โ ujar Wahyuddin saat kebakaran masih ditangani petugas.
Ia mengatakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 17.40 Wita. Saat itu, petugas belum dapat memastikan luasan kawasan yang terdampak karena api masih berkobar dan proses penanganan masih berlangsung.
Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran belum diketahui. BPBD Gowa masih menunggu hasil penanganan dan perkembangan informasi dari petugas yang berada di lapangan.
Luasan kawasan hutan pinus yang terbakar juga belum dapat dipastikan. Pendataan baru dapat dilakukan lebih akurat setelah seluruh titik api dinyatakan aman.
Untuk sementara, petugas dan masyarakat memilih tetap berjaga. Sebab, di kawasan hutan yang baru saja dilalap api, bara kecil masih dapat kembali berubah menjadi kobaran jika tidak diawasi.
Malam pun belum sepenuhnya menjadi tanda berakhirnya penanganan. Di tengah hutan pinus Malino, petugas masih memastikan api benar-benar kalah dan tidak menemukan jalan untuk kembali menyala. (*)
Wartawan: Andi, Editor: Andi






