Gerak Jalan HUT RI Bikin Macet, Ibu Bhayangkari Terjebak Sejak Pukul 15.21

Hasil tangkapan layar dari video yang dikirimkan korban macet.
Hasil tangkapan layar dari video yang dikirimkan korban macet.

JENEPONTO โ€“ Seharusnya perjalanan pulang pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung lancar. Namun, bagi sejumlah pengendara yang melintas di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Senin (17/8/2026), perjalanan justru berubah menjadi penantian panjang.

Kemacetan mengular di jalur utama mulai dari arah Kota Jeneponto hingga kawasan Pasar Allu. Kendaraan nyaris tidak bergerak akibat pelaksanaan gerak jalan indah yang menggunakan ruas jalan utama.

Salah seorang pengendara, Nana, bahkan mengaku terjebak sejak pukul 15.21 WITA. Hingga petang, mobil yang ditumpanginya masih tertahan di belakang kawasan penjual lammang.

โ€œDari pukul 15.21 WITA saya sudah terjebak. Sampai sekarang mobil saya belum bergerak,โ€ kata Nana.

Nana yang diketahui merupakan ibu Bhayangkari itu mengatakan, kondisi lalu lintas membuat dirinya memilih meninggalkan kendaraan untuk berjalan kaki menuju masjid yang berada di depan Pasar Allu.

โ€œKalau saya ini jalan kaki ke masjid yang di depan pasar. Mobil masih ada di belakang, di dekat penjual lammang,โ€ ujarnya.

Menurut Nana, antrean kendaraan di depannya sudah mulai mendekati Pasar Allu. Namun, kendaraan yang ditumpanginya masih tertahan cukup jauh di belakang.

โ€œSudah sekitar tiga mobil di depan menuju Pasar Allu. Kalau mobil saya masih di belakang, di penjual lammang,โ€ katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi di depan karena kendaraan di jalur tersebut tidak dapat bergerak.

โ€œMacetnya panjang sekali, dari masuk Bangkala sampai Pasar Allu. Kami yang terjebak ini tidak tahu kondisi di depan seperti apa,โ€ ungkap Nana.

Nana berharap pengaturan lalu lintas dilakukan lebih maksimal ketika kegiatan masyarakat menggunakan ruas jalan utama.

โ€œKalau memang ada kegiatan yang menggunakan jalan utama, seharusnya pengaturan lalu lintas lebih diperhatikan. Jangan sampai masyarakat yang melintas terjebak seperti ini,โ€ katanya.

Kemacetan tersebut diketahui dipicu kegiatan perlombaan gerak jalan indah dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ruas jalan utama yang menjadi lokasi kegiatan membuat kendaraan dari kedua arah terdampak. Kondisi semakin sulit karena tidak terdapat jalur alternatif sebelum kawasan Pasar Allu.

Kapolsek Bangkala AKP Syaifullah Syan membenarkan adanya kegiatan gerak jalan indah tersebut.

โ€œMemang benar ada kegiatan gerak jalan indah dan sepanjang jalan sebelum Pasar Allu tidak ada alternatif,โ€ kata Syaifullah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Namun, ia menegaskan bahwa personel kepolisian telah ditempatkan di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

โ€œPersonel sudah kita plot dari tadi siang,โ€ ujarnya.

Personel tersebut ditempatkan mulai dari titik awal kegiatan di Masjid Ruku-Ruku, pertigaan Pasar, pertigaan Tompolando, pertigaan Lorong Alor hingga perempatan Warung Dg Cini.

โ€œPersonel sudah kita turunkan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,โ€ katanya.

Sementara itu, informasi berbeda diperoleh dari salah seorang anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak memiliki laporan tembusan yang diterima satuan lalu lintas.

โ€œTidak ada laporan tembusan ke Satuan Lalu Lintas,โ€ katanya.

Kasat Lantas Polres Jeneponto AKP Yusuf yang dikonfirmasi mengenai kemacetan tersebut sempat mengirimkan foto dan video terkait pengamanan kegiatan.

Setelah melaksanakan upacara penurunan bendera, AKP Yusuf kembali menghubungi redaksi dan memastikan personel lalu lintas telah dikerahkan ke titik-titik kemacetan.

โ€œAnggota Lantas sudah kami kerahkan ke titik-titik kemacetan untuk mengurai arus lalu lintas,โ€ kata AKP Yusuf.

Kemacetan yang berlangsung hingga petang tersebut menjadi potret lain perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jeneponto. Di satu sisi, masyarakat merayakan kemerdekaan melalui kegiatan gerak jalan. Di sisi lain, para pengguna jalan harus menghadapi antrean panjang di jalur utama.

Bagi Nana, kemerdekaan hari itu akhirnya harus dilalui dengan menunggu. Sejak sore, mobilnya masih tertahan, sementara ia memilih berjalan kaki agar dapat melanjutkan aktivitas.

โ€œSudah lama sekali menunggu dan mobil belum bergerak. Kami berharap ke depan kalau ada kegiatan seperti ini, pengaturan lalu lintas bisa lebih maksimal,โ€ tutup Nana.

Sponsored ยท Ar Media Kreatif

Mau Punya Media Online Sendiri?

Bangun brand medianya sekarang bersama Ar Media Kreatif. Profesional sejak 2018. Ratusan media online telah kami bantu wujudkan!

Konsultasi Gratis

Wartawan: Andi, Editor: Andi