PALUโ Keselamatan pelayaran menjadi perhatian Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tengah. Berbagai unsur maritim dikumpulkan dalam kegiatan *Coffee Morning* untuk memperkuat koordinasi menghadapi kecelakaan laut dan kondisi darurat.
Kegiatan tersebut digelar Rabu (12/8/2026) pukul 09.00 WITA dan dibuka Kabag Binops Ditpolairud Polda Sulteng, Kompol M.N. Asjik, S.H.
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ruang bertukar informasi. Para peserta membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat di wilayah perairan Sulawesi Tengah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih terjadinya kecelakaan laut. Kondisi cuaca, kelalaian awak kapal hingga kelayakan kapal disebut menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum kapal berlayar. Pemeriksaan kelayakan kapal, kesiapan awak kapal serta penerapan SOP keselamatan penumpang menjadi hal yang harus mendapat perhatian.
“Keselamatan harus menjadi perhatian bersama, sehingga potensi kecelakaan dapat dicegah sedini mungkin,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kolaborasi tersebut.
Tak hanya soal kecelakaan laut, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi bagian pembahasan. Termasuk potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kondisi darurat lainnya.
Ditpolairud Polda Sulteng memiliki tim *Search and Rescue* (SAR) yang dapat dilibatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan, penanganan kecelakaan laut, bencana alam maupun kegiatan kemanusiaan.
Sebanyak 31 peserta dari berbagai unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Ditpolairud Polda Sulteng, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, KSOP, Pelni, Pertamina serta unsur maritim lainnya.
Bagi Ditpolairud Polda Sulteng, membangun keselamatan di laut tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan komunikasi yang terhubung, koordinasi yang cepat dan kesiapan seluruh unsur ketika menghadapi keadaan darurat.
Melalui forum tersebut, sinergi antarinstansi diharapkan semakin kuat. Dengan begitu, setiap potensi kecelakaan dapat ditekan dan masyarakat yang menggunakan transportasi laut mendapat perlindungan yang lebih maksimal.
Sebab, di tengah luasnya wilayah perairan Sulawesi Tengah, kecepatan merespons keadaan darurat dapat menjadi penentuย keselamatan seseorang.
Wartawan: Andi, Editor: Andi






