MAKASSAR, โ Mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
Dia meminta aparat kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.
Menurut Sahroni, seluruh jajaran kepolisian di daerah perlu mendapat instruksi yang jelas agar berani melakukan tindakan terukur di lapangan demi melindungi warga dari ancaman kejahatan jalanan.
Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,โ kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Hal itu disampaikannya menyusul meningkatnya aksi kekerasan jalanan di Makassar.
Salah satu kasus terbaru menimpa seorang bocah bernama Hilal (13) yang harus menjalani perawatan di RSUD Dayaย Makassarย usai ditebas parang oleh geng motor.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama temannya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.
Namun nahas, korban terjatuh dan langsung diserang menggunakan parang oleh anggota geng motor.
Sahroni menilai para pelaku begal kini semakin nekat karena merasa tidak takut terhadap aparat maupun hukum.
Karena itu, ia meminta kepolisian hadir dengan tindakan nyata untuk menjaga keamanan masyarakat.
โBegal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum. Maka dari itu aparat harus hadir dengan ketegasan nyata di jalanan. Dan tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas,โ tandasnya.






