Hujan Mulai Guyur Makassar, BMKG Prediksi Musim Hujan Baru Tiba Desember 2026

Journalist Independent
Hujan di Sulsel Journalist Indenpendent
Hujan di Masjid Kubah Makassar. (dok. Izza Marwani/Journalist Independent)

Journalist Independent, MAKASSAR — Hujan yang mulai membasahi sejumlah kawasan di Makassar, Sulawesi Selatan, belum menjadi tanda berakhirnya musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut wilayah ini masih berada dalam masa peralihan musim, dengan awal musim hujan diperkirakan baru terjadi pada awal Desember 2026.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca dalam beberapa pekan ke depan. Hujan dapat turun pada siang hingga sore hari, tetapi persebarannya belum merata dan durasinya relatif singkat. Intensitasnya pun bisa berubah dari ringan hingga lebat.

Ketua Tim Bidang Meteorologi sekaligus Sub Koordinator Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, mengatakan hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Makassar pada Selasa, 27 Oktober 2026, sore.

Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan pertama kali terpantau di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala. Awan hujan kemudian bergerak menuju Panakkukang sebelum melanjutkan pergerakan ke arah kawasan pantai.

“Awalnya hujan muncul di Biringkanaya dan Manggala, kemudian bergerak ke Panakkukang hingga menuju pantai,” kata Rizky.

Pergerakan awan tersebut membuat hujan menjangkau banyak kawasan di Makassar dalam waktu relatif berdekatan. Meski demikian, kondisi itu tidak serta-merta menandakan bahwa musim hujan telah dimulai.

Makassar Masih Berada dalam Masa Pancaroba

BMKG menjelaskan, hujan yang turun pada penghujung Oktober merupakan bagian dari dinamika cuaca selama masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Pada periode ini, atmosfer mulai menunjukkan perubahan yang memungkinkan terbentuknya awan hujan. Namun, pola hujan belum konsisten sehingga satu kawasan bisa mengalami hujan deras, sementara wilayah lain masih berawan atau tetap kering.

Karakteristik tersebut membuat cuaca di Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan cenderung berubah-ubah. Hujan dapat turun secara tiba-tiba, kemudian mereda dalam waktu singkat sebelum kondisi kembali cerah.

Baca Juga  Subdit Gakkum Polda Sulsel Sapa Ojol dan Pekerja Jalanan Lewat Jumat Berkah

Rizky menegaskan bahwa Makassar dan sekitarnya masih berada di penghujung musim kemarau.

“Makassar dan sekitarnya masih berada pada periode transisi atau peralihan musim,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa musim hujan telah tiba hanya berdasarkan hujan yang turun selama beberapa hari terakhir. Penetapan awal musim membutuhkan pengamatan curah hujan dalam periode tertentu, bukan sekadar melihat kejadian hujan di satu atau beberapa wilayah.

Karakteristik hujan pada masa pancaroba juga perlu menjadi perhatian warga yang beraktivitas di luar ruangan. Perubahan cuaca pada siang dan sore hari dapat memengaruhi perjalanan, pekerjaan lapangan, hingga kegiatan masyarakat di kawasan pesisir dan permukiman.

BMKG Gunakan Pengukuran Curah Hujan untuk Menentukan Musim

Penentuan awal musim hujan memiliki kriteria tersendiri dalam analisis BMKG. Lembaga tersebut tidak menetapkan pergantian musim hanya berdasarkan frekuensi hujan atau luas wilayah yang diguyur hujan dalam satu hari.

Rizky menjelaskan bahwa BMKG menggunakan parameter curah hujan yang terukur dalam periode dasarian, yakni rentang waktu sepuluh hari.

“Curah hujan dalam satu dasarian harus lebih dari 50 milimeter dan diikuti dua dasarian berikutnya,” jelasnya.

Kriteria tersebut menjadi dasar untuk menilai perkembangan kondisi hujan di suatu wilayah. Dengan pemantauan berkelanjutan, BMKG dapat membedakan hujan yang muncul selama masa peralihan dengan pola hujan yang menandai dimulainya musim hujan.

Berdasarkan analisis BMKG Wilayah IV Makassar, hingga Selasa, 27 Oktober 2026, belum ada wilayah di Sulawesi Selatan yang dinyatakan memasuki musim hujan.

Artinya, hujan yang terjadi di Makassar belum dapat dijadikan patokan bahwa pergantian musim telah berlangsung secara resmi. Kondisi atmosfer masih berada dalam tahap peralihan dan perkembangan curah hujan perlu dipantau lebih lanjut.

Baca Juga  Ambulans Pasien Sesak Napas Dikawal Patwal ke RS Wahidin, Perawat Apresiasi Dirlantas Polda Sulsel

Informasi tersebut penting bagi masyarakat maupun sektor yang bergantung pada kondisi cuaca, seperti pertanian, transportasi, dan kegiatan pembangunan. Perkiraan awal musim dapat menjadi bahan perencanaan, tetapi pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.

Pinrang Diprediksi Mengalami Awal Musim Hujan Lebih Dulu

Dari sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Kabupaten Pinrang diperkirakan menjadi daerah yang lebih dahulu memasuki musim hujan. BMKG memprediksi awal musim hujan di wilayah tersebut berlangsung pada awal November 2026.

Sementara itu, Kota Makassar diperkirakan menyusul sekitar awal Desember 2026. Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa awal musim hujan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Faktor geografis dan dinamika atmosfer dapat memengaruhi waktu datangnya musim hujan di setiap daerah. Karena itu, masyarakat sebaiknya memperhatikan informasi cuaca sesuai wilayah masing-masing, bukan hanya mengacu pada kondisi di pusat Kota Makassar.

Rizky mengatakan hujan masih berpeluang terjadi sebelum awal musim hujan yang diperkirakan BMKG.

“Awal musim hujan Makassar diprediksi pada awal Desember, tetapi hujan bisa mulai turun sejak akhir Oktober hingga November,” katanya.

Dengan demikian, November menjadi periode yang perlu dicermati karena hujan berpotensi semakin sering muncul meski pola musim belum sepenuhnya terbentuk. Masyarakat juga perlu memahami bahwa prediksi awal musim merupakan perkiraan berdasarkan analisis meteorologi dan dapat dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.

Puncak Musim Hujan Diperkirakan Januari 2027

Setelah memperkirakan awal musim hujan pada Desember, BMKG memprediksi puncak musim hujan di Makassar terjadi pada Januari 2027. Menurut Rizky, perkiraan tersebut belum mengalami perubahan.

“Puncak musim hujan Makassar diprediksi terjadi pada Januari,” ujarnya.

Periode tersebut perlu menjadi perhatian warga, terutama dalam mengantisipasi dampak hujan yang berpotensi lebih sering terjadi. Persiapan dapat dilakukan dengan memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menjaga kebersihan lingkungan, serta memeriksa kondisi atap dan bagian rumah yang rawan mengalami kebocoran.

Baca Juga  Rusak Parah, Warga Pattallassang Ajak Gubernur Sulsel Wisata Jalan Berlubang

Warga yang beraktivitas menggunakan kendaraan juga perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca. Jalan yang basah, jarak pandang yang berkurang, dan genangan air dapat meningkatkan risiko gangguan perjalanan ketika hujan turun.

Meski begitu, prediksi puncak musim hujan tidak berarti setiap hari pada Januari akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi cuaca tetap dapat berbeda antara satu hari dan hari lainnya maupun antara satu kawasan dengan kawasan lain.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca selama masa pancaroba. Hujan yang mulai turun di Makassar menjadi pengingat agar warga meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi penanda resmi awal musim hujan tetap mengacu pada analisis curah hujan dalam periode yang telah ditetapkan.

Dengan perkiraan awal musim hujan pada Desember dan puncaknya pada Januari 2027, masyarakat memiliki waktu untuk menyiapkan langkah antisipasi.

Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dalam beberapa pekan mendatang menjadi penting agar aktivitas harian tetap berjalan aman di tengah peralihan musim. (*)