Cuaca Sulsel 22 Oktober: BMKG Peringatkan Angin Kencang di 13 Wilayah

Journalist Independent
Cuaca di Makassar
Kondisi cuaca di Sulsel. (dok. Journalist Independent)

Journalist Independent.com, MAKASSAR – Masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel) diminta mewaspadai potensi angin kencang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pada Kamis, 22 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga potensi angin kencang di Kabupaten Jeneponto, sementara 12 wilayah lainnya masuk kategori waspada.

Berdasarkan prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV yang diterbitkan Rabu (21/10/2026), angin bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 12–36 kilometer per jam.

Wilayah yang masuk kategori waspada angin kencang meliputi Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Utara, Maros, Pinrang, Sidrap, Takalar, dan Wajo, serta Kota Parepare.

Sementara itu, Jeneponto menjadi satu-satunya wilayah yang masuk kategori siaga potensi angin kencang dalam prakiraan tersebut.

Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang.

Suhu Bisa Mencapai 37 Derajat Celsius

Selain ancaman angin kencang, BMKG juga mengingatkan potensi udara panas di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Daerah yang masuk dalam peringatan dini potensi udara panas meliputi Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Takalar, dan Wajo.

Suhu udara di Sulawesi Selatan diprakirakan berkisar antara 19 hingga 37 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 48–100 persen.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan pada siang hari. Membatasi paparan sinar matahari secara langsung, mencukupi kebutuhan cairan, dan menggunakan pelindung dari panas dapat membantu mengurangi risiko gangguan akibat suhu tinggi.

Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Daerah

Untuk kondisi cuaca secara umum, BMKG memprakirakan wilayah Sulawesi Selatan akan didominasi cuaca cerah berawan sepanjang Kamis.

Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari, meskipun hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Enrekang, Luwu, Sidrap, dan Tana Toraja.

Memasuki malam hari, cuaca kembali diprakirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Timur.

Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Toraja Utara.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan antardaerah, terutama menuju wilayah yang berpotensi diguyur hujan, diharapkan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.

Konsentrasi PM2.5 Berada pada Level Sedang

BMKG juga mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Sulawesi Selatan berada pada kisaran 15,6–49,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan kategori sedang.

PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara disarankan memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan apabila kualitas udara memburuk.

Prakiraan cuaca tersebut disusun oleh Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00 WITA.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Konsentrasi PM2.5 Berada pada Kategori Sedang

Dalam informasi yang dirilis BBMKG Wilayah IV, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat berada pada rentang 15,6 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), dengan kategori sedang sebagaimana dilaporkan dalam prakiraan tersebut.

PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Konsentrasinya di udara dapat berubah sesuai kondisi lingkungan dan sumber pencemaran.

Masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara, disarankan memperhatikan informasi kualitas udara terbaru dan mengurangi paparan apabila kondisi di lingkungan sekitar memburuk.

Rincian Prakiraan Cuaca Sulsel 21 Oktober 2026

Berikut rangkuman prakiraan cuaca Sulawesi Selatan berdasarkan informasi BBMKG Wilayah IV:

– Pagi hari: Cerah berawan.
– Siang hingga sore hari: Cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara.
– Malam hari: Berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
– Dini hari: Berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
– Suhu udara: 18–38 derajat Celsius.
– Kelembapan udara: 42–100 persen.
– Angin: Dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 13–38 km/jam.
– Konsentrasi PM2.5: 15,6–55,4 µg/m³, kategori sedang sebagaimana dilaporkan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya bagi warga yang berada di daerah dengan peringatan dini angin kencang dan potensi udara panas.

Informasi prakiraan cuaca tersebut diterbitkan oleh Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 06.30 WITA.

Masyarakat dapat mengakses pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi BMKG.

Kualitas Udara Makassar Sempat Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) makin memburuk. Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar Rabu (14/10/2029) pada pagi hari mencapai 156,5 µg/m3, masuk kategori sangat tidak sehat.

Angka itu terus meningkat. Sejak dini hari tadi, Rabu (14/10/2026), mencapai 127,7 µg/m3, meningkat pada pagi hari 158,7 µg/m3.

Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan bahwa kualitas udara di Makassar masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

“Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat,” ucapnya, Rabu (14/10/2026).

Udara Makassar Tidak Sehat