TANGERANG — Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Metro Jaya membantu memadamkan kebakaran yang melanda 26 bangunan gudang di kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu.
Petugas mengerahkan kendaraan armoured water cannon (AWC) untuk menyemprotkan air ke titik api. Personel Brimob juga mengamankan area sekitar guna mencegah meluasnya dampak kebakaran dan menjaga proses pemadaman tetap berjalan aman.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan pengerahan personel dan armada AWC merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap percepatan pemadaman.
“Personel Brimob segera merespons dengan membantu proses pemadaman menggunakan AWC serta mengamankan area agar penanganan berjalan aman dan api tidak meluas,” kata Henik dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Gudang Menyimpan Beragam Material
Henik menjelaskan, bangunan yang terbakar digunakan untuk menyimpan bahan kasur busa, material bangunan, logistik kontraktor, serta beberapa gudang kosong.
Berdasarkan pendataan awal, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan.
“Berdasarkan pendataan awal, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api diduga dipicu oleh korsleting listrik, sementara total kerugian material masih dalam proses pendataan,” ucap Henik.
Proses pemadaman melibatkan delapan unit kendaraan pemadam kebakaran gabungan. Armada tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta, Pantai Indah Kapuk (PIK) 1, serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
“Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor melakukan penyemprotan langsung dan pengamanan sterilisasi area,” tutur Henik.
Polisi Imbau Warga Menjauh
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau warga tidak mendekati lokasi kebakaran. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas dan memberikan akses bagi kendaraan pemadam.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kebakaran, mengikuti arahan petugas, serta memberikan akses bagi kendaraan pemadam. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110,” imbuh Budi.
Hingga saat ini petugas masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. (*)






