Bentrok Sengketa Lahan di Makassar Pecah 2 Hari Beruntun

Bentrokan pecah
Ilustrasi: Personel kepolisian melakukan pengamanan di kawasan Jalan Borong Raya, Makassar, setelah bentrokan antarkelompok warga terkait sengketa lahan.

MAKASSAR — Bentrokan antarkelompok warga kembali pecah di kawasan Jalan Borong Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (14/9/2026) dini hari. Konflik yang melibatkan warga Aditarina (Kodam Lama) dan Bittowa Lama itu berlangsung beruntun selama dua hari, dengan serangan menggunakan busur panah, batu, petasan, hingga bom molotov.

Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Eddy Sumantri mengatakan bentrokan pertama terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang di sekitar kawasan perumahan Bittowa Lama. Massa bahkan membakar palang masuk kompleks dan menyerang aparat yang berupaya mengendalikan situasi.

“Kerusuhan warga antara kelompok Aditarina dengan kelompok Bittowa (Lama) yang terjadi kurang lebih jam 3 (dini hari),” ujar Eddy kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Polisi dari Polrestabes Makassar bersama unit Patmor kemudian diterjunkan ke lokasi. Petugas melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa, memadamkan api yang membakar palang jalan, serta mengamankan sejumlah busur panah dari tempat kejadian perkara.

Eddy mengatakan bentrokan pertama berlangsung hingga menjelang azan subuh. Aparat melakukan pendorongan terhadap massa untuk menghentikan aksi saling serang.

“Tepat pada saat menjelang adzan subuh itulah terjadi pelemparan, sehingga anggota dari Polrestabes termasuk dari Patmor semua melakukan pendorongan sehingga sampai saat ini sudah kondusif,” katanya.

Polisi memastikan tidak ada warga yang diamankan maupun menjadi korban jiwa dalam bentrokan hari pertama. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap pemicu utama konflik yang berkaitan dengan sengketa lahan tersebut.

“(Terkait pemicu tawuran) Masih kita proses penyelidikan. Tidak ada (yang diamankan di lokasi), tidak ada korban,” jelas Eddy.

Kondisi yang sempat kondusif itu kembali berubah pada Senin (14/9) dini hari. Tawuran susulan antara warga Bittowa Lama dan Aditarina kembali terjadi dengan eskalasi serangan yang lebih tinggi. Selain busur panah dan batu, massa juga menggunakan bom molotov.

“Jadi tadi ada kejadian lagi antara warga, antara warga Bittowa (Lama) dan warga dari Kodam Lama (Aditarina),” kata Eddy.

Menurut Eddy, bentrokan susulan itu diduga berkaitan dengan ketidakpuasan salah satu kubu terhadap penyerangan yang terjadi sehari sebelumnya. Polisi kembali turun tangan membubarkan massa dengan gas air mata dan mengamankan barang bukti berupa busur panah.

Pihak kepolisian berencana mempertemukan kedua kelompok di kantor camat untuk membahas penyelesaian persoalan sengketa lahan. Mediasi tersebut diharapkan dapat mencegah konflik kembali pecah di kawasan Borong Raya.

“Mungkin nanti ada pertemuan di kantor camat antara kedua kubu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Barang-barang berupa busur itu sudah kami amankan,” tambahnya.

Untuk mencegah bentrokan lanjutan, personel gabungan Polsek dan Polrestabes Makassar disiagakan di sekitar lokasi. Polisi juga mengimbau kedua belah pihak menahan diri dan menjaga keamanan lingkungan.

“Saat ini kita berupaya dari kemarin sudah ada penjaga termasuk anggota yang stand by dari Polsek dan ke depannya kita mungkin akan lebih kreatif lagi untuk menjaga di sini,” imbuh Eddy.

Penyelidikan terkait pemicu bentrokan serta rencana mediasi antarkelompok masih menjadi langkah kepolisian untuk meredam konflik yang kembali terjadi di kawasan tersebut. (*)