Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak, Aparat Buru Pelaku

Journalist Independent
Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas ditembak kelompok bersenjata. (FotoIst)

JAYAWIJAYA — Penembakan terhadap rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menewaskan tiga orang di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore. Ketiga korban sempat dievakuasi ke rumah sakit di Wamena, tetapi nyawa mereka tidak tertolong.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) wilayah Nduga terlibat dalam serangan tersebut. Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya kini melakukan pengejaran untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan itu.

Insiden terjadi sekitar pukul 15.47 WIT saat rombongan pegawai Dinas Pertanian mendistribusikan bahan pangan ke wilayah Distrik Muliama. Dalam perjalanan, rombongan tersebut mendapat serangan tembakan dari sejumlah pelaku. Serangan itu membuat para pegawai berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Tiga orang mengalami luka tembak dalam insiden tersebut. Lima orang lainnya berhasil meloloskan diri dan mencari perlindungan di Puskesmas Muliama. Mereka menyelamatkan diri ke fasilitas kesehatan itu setelah serangan terjadi.

Aparat kemudian mengevakuasi ketiga korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisi para korban tidak dapat diselamatkan. Ketiganya meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

Korban meninggal dunia masing-masing bernama Alfonsius Albinus Mehan, 35 tahun; Aprida Rapi, 49 tahun; dan Wili Mbuik, 25 tahun. Ketiganya merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalankan kegiatan pendistribusian bahan pangan ketika serangan berlangsung.

Penembakan tersebut menjadi perhatian aparat keamanan karena menyasar rombongan pegawai pemerintah daerah yang tengah menjalankan kegiatan di wilayah Distrik Muliama. Meski dugaan keterlibatan kelompok bersenjata telah disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz, penyidik masih perlu mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan pihak yang melakukan serangan.

Baca Juga  Polisi Dalam Dugaan Perselingkuhan Dokter Spesialis yang Dilamporkan Istrinya

Kepolisian juga masih mendalami rangkaian peristiwa sebelum, saat, dan setelah penembakan. Informasi yang terkumpul dari saksi diharapkan membantu penyidik menyusun kronologi kejadian serta mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Aparat berupaya mengungkap kejadian secara menyeluruh sekaligus mengejar para pelaku.

“Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Faizal.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aparat masih mengumpulkan informasi untuk memperjelas peristiwa yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Penyelidikan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui kronologi serangan, tetapi juga untuk mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan penembakan.

Aparat Amankan Lokasi dan Periksa Saksi

Setelah menerima laporan penembakan, aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya mengamankan lokasi kejadian. Petugas juga menyisir sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut sebagai bagian dari upaya mencari petunjuk.

Penyisiran dilakukan bersamaan dengan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi. Hingga Rabu malam, aparat masih memeriksa orang-orang yang dinilai mengetahui atau memiliki informasi mengenai kejadian itu.

Keterangan saksi menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan untuk menyusun urutan peristiwa. Polisi juga mendalami kemungkinan motif serangan dan identitas pelaku yang diduga menyerang rombongan pegawai Dinas Pertanian tersebut.

Di sisi lain, aparat masih mengejar pihak yang diduga terlibat. Dugaan keterlibatan KKB wilayah Nduga menjadi salah satu arah penyelidikan yang disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, proses penegakan hukum tetap membutuhkan bukti dan hasil pemeriksaan untuk memastikan keterlibatan pihak tertentu.

Penembakan itu menyisakan duka bagi keluarga ketiga korban serta lingkungan kerja mereka di Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Ketiga pegawai tersebut meninggal ketika sedang melakukan pendistribusian bahan pangan di wilayah tugasnya.

Baca Juga  Kebakaran Maut di Paccerakkang Makassar, Empat Rumah Terbakar dan Satu Warga Tewas

Hingga Rabu malam, penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku masih berlangsung. Aparat berupaya mengungkap secara jelas rangkaian penembakan di Kampung Muliama, termasuk motif serangan dan identitas pihak yang bertanggung jawab atas kematian Alfonsius Albinus Mehan, Aprida Rapi, dan Wili Mbuik.