Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim Gabungan Perluas Pencarian

Tim SAR menyiapkan KN SAR Tetuka dan dua drone termal untuk membantu pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

BANTEN โ€” Jurnalis hilang kontak di Selat Sunda saat mengikuti peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim gabungan kembali menyisir perairan pada Rabu (9/9) pagi setelah kondisi cuaca menghentikan operasi pencarian pada malam sebelumnya.

Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki mengatakan polisi, Basarnas, TNI, dan tim terpadu penanggulangan bencana terus mencari keberadaan rombongan. Petugas juga memperluas wilayah penyisiran setelah pencarian hingga Selasa petang belum menemukan hasil.

“Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” kata Hengki.

Berangkat dari Carita Menuju Anak Krakatau

Kantor SAR Banten mencatat speedboat yang membawa rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Para jurnalis menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Komunikasi masih berjalan sekitar 42 menit setelah keberangkatan. Salah seorang anggota rombongan sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB.

Namun, komunikasi terputus sekitar 22 menit kemudian. Pada pukul 15.04 WIB, rombongan tidak lagi memberikan respons.

Tim mencatat titik koordinat terakhir pada posisi yang diduga berada di 6ยฐ14’40.52″S dan 105ยฐ40’49.48″T. Informasi itu kemudian menjadi salah satu acuan petugas untuk menentukan wilayah pencarian.

Penyisiran Menjangkau Pulau Krakatau

Polisi perairan dan udara Polda Banten bergerak bersama Basarnas, Korpolairud Baharkam Polri, TNI, dan tim terpadu penanggulangan bencana.

Petugas menyisir perairan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang hingga Selasa petang. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim belum menemukan keberadaan rombongan hingga pukul 18.15 WIB.

Petugas juga menjangkau perairan sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, kondisi laut dan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat pencarian menghadapi tantangan.

“Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi,” ujar Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto.

Gelombang Tinggi Hentikan Pencarian

Cuaca memburuk menjelang malam. Angin kencang, gelombang tinggi, jarak pandang terbatas, serta aktivitas erupsi membuat petugas tidak dapat melanjutkan penyisiran dengan aman.

Hengki mengatakan tim menghentikan operasi setelah kondisi perairan semakin berisiko.

“Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang,” katanya.

Penghentian operasi hanya bersifat sementara. Tim gabungan menyiapkan pencarian lanjutan dengan memperhitungkan kondisi keselamatan personel.

Tim Perluas Pencarian Rabu Pagi

Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten untuk pencarian pada Rabu pagi. Armada tersebut membawa peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.

Polairud Polda Banten turut mendukung operasi. Eko mengatakan kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter akan membantu petugas memperluas radius penyisiran.

“Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius,” kata Eko.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim mempelajari rute dari Carita menuju Anak Gunung Krakatau sebelum memperluas wilayah pencarian.

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu,” katanya.

Tujuh Orang Masih Dicari

Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang bekerja sebagai pewarta lepas, serta dua orang lainnya.

Petugas masih mendata identitas dua orang tersebut. Hingga pencarian Selasa petang, tim belum menemukan keberadaan rombongan.

Hengki meminta setiap informasi terkait keberadaan mereka segera disampaikan melalui koordinasi dengan tim pencarian. Informasi yang akurat akan membantu petugas menentukan arah penyisiran berikutnya.

Tim gabungan kini melanjutkan pencarian di perairan Selat Sunda dengan memperluas wilayah penyisiran. Polisi, Basarnas, TNI, dan unsur penanggulangan bencana terus bergerak bersama mencari tujuh orang yang hingga kini belum ditemukan. (*)