JAKARTA โ Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanaskan perhatian dunia. Di saat yang sama, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia ikut menjadi sorotan setelah dilaporkan terbawa angin hingga Manila, Filipina.
Sejumlah peristiwa internasional tersebut menjadi perhatian pada Rabu (2/9/2026). Mulai dari keputusan Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran, serangan Amerika Serikat yang memicu kecaman Teheran, hingga kabut asap karhutla Indonesia yang menyebar ke negara tetangga.
Berikut sejumlah kabar internasional yang menjadi sorotan:
Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Pemerintah Peru di bawah Presiden Keiko Fujimori mengumumkan keputusan memutus hubungan diplomatik dengan Iran.
Keputusan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Peru pada Selasa (1/9). Langkah itu diambil di tengah konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran.
Kementerian Luar Negeri Peru menyebut keputusan tersebut didasarkan pada komitmen negara itu terhadap perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta pembelaan terhadap demokrasi.
Iran Kecam Serangan AS
Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah sebuah serangan menghantam pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam Amerika Serikat atas serangan tersebut. Ia bahkan menyebut AS sebagai โSetanโ dalam pernyataannya pada Rabu (2/9).
Pejabat Iran menyebut empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang terjadi di sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Iran selatan.
Serangan tersebut menambah ketegangan di tengah konflik kedua negara yang kembali menjadi perhatian internasional.
Asap Karhutla Indonesia Sampai Manila
Di kawasan Asia Tenggara, persoalan lain muncul dari Indonesia. Kabut asap akibat karhutla dilaporkan telah mencapai Metro Manila, Filipina.
Biro Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR-EMB) menyebut kabut asap tersebut terbawa angin monsun barat daya dari wilayah Indonesia.
Dalam pernyataan pada Selasa (1/9), DENR-EMB menyebut dampak kabut asap diperkirakan dapat dirasakan di Filipina selama 1 hingga 3 September.
Kepala Divisi Manajemen Kualitas Lingkungan DENR-EMB, Jundy del Socorro, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang berada di luar kendali Filipina.
โSituasi kabut asap sebagian besar berada di luar kendali kami karena hal ini bergantung pada sejumlah faktor di luar Filipina,โ kata Jundy del Socorro seperti dikutip Manila Times.
Ia menyebut intensitas karhutla di Kalimantan, pola angin dominan, serta curah hujan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan kabut asap.
Tiga perkembangan tersebut menunjukkan isu internasional pada awal September bergerak dari konflik geopolitik hingga persoalan lingkungan yang melintasi batas negara. Sementara konflik Amerika Serikat-Iran terus menjadi perhatian, kabut asap dari karhutla Indonesia juga ikut menyita perhatian di kawasan Asia Tenggara. (*)






