JAKARTA โ Kabar soal potensi kelebihan kuota Pertalite tidak serta-merta membuat pemerintah menaikkan harganya. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tersebut tetap dipertahankan hingga Desember 2026.
Kepastian itu disampaikan Bahlil di tengah realisasi konsumsi Pertalite yang terus mendekati batas kuota tahun ini. Hingga akhir Juli 2026, konsumsi Pertalite tercatat mencapai 16,54 juta kiloliter dari kuota yang ditetapkan sebesar 28,69 juta kiloliter.
Potensi konsumsi yang melampaui kuota sebelumnya disampaikan Pertamina Patra Niaga. Pemerintah kini masih menghitung seberapa besar kemungkinan kelebihan konsumsi tersebut hingga akhir tahun.
โTapi apa pun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global,โ ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8).
Menurut Bahlil, salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi Pertalite adalah pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi. Kondisi itu terjadi ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan dan sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM dengan kadar oktan lebih tinggi beralih ke Pertalite.
โKita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia, itu ada sebagian yang RON 92 atau teman rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan, tapi kenaikannya kita lagi menghitung,โ jelasnya.
Meski harga Pertalite dipastikan tidak naik hingga akhir tahun, pemerintah tetap memantau perkembangan konsumsi dan kondisi harga minyak dunia. Perhitungan mengenai potensi kelebihan kuota juga masih dilakukan.
BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar
Berbeda dengan BBM bersubsidi, pemerintah menyerahkan penetapan harga BBM nonsubsidi kepada mekanisme pasar.
Bahlil mengatakan harga BBM nonsubsidi akan disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia dan dinamika pasar yang terjadi.
โUntuk harga BBM non-subsidi, kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan penyesuaian,โ tandas Bahlil.
Dengan kebijakan tersebut, harga Pertalite tetap menjadi tanggungan pemerintah hingga Desember 2026, meski konsumsi BBM bersubsidi masih berpotensi meningkat. Sementara harga BBM nonsubsidi tetap dapat bergerak mengikuti kondisi pasar dan perkembangan harga minyak global. (*)






